Padat Karya, Salah Satu Kepedulian dan Karya Nyata Walikota Gorontalo

DM1.CO.ID, GORONTALO: Selain menyerahkan bantuan sarana usaha kepada kelompok ma-syarakat wirausaha melalui program bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG) secara simbolis, Walikota Gorontalo Marten Taha juga meresmikan Jalan Rabat Beton sepanjang 250 meter yang merupakan Program Padat Karya Infrastruktur, di Kelurahan Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Rabu (19/10/2017).

Peresmian yang ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita tersebut adalah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kota Gorontalo.

Di mata masyarakat, kegiatan itupun tentu saja merupakan bukti kepedulian besar Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Walikota Marten Taha, yang memang senantiasa mengu-tamakan karya nyata untuk kepentingan sebesar-besarnya buat masyarakat.

Walikota Gorontalo, Marten Taha, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas selesainya pengerjaan jalan rabat beton tersebut yang diawali dengan upaya dan perjuangan.

”Memang program ini telah diperjuangkan selama 6 bulan lalu. Alhamdulillah perjuangan tersebut membuahkan hasil positif,” tutur Marten Taha didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi & UKM, Ben Idrus, serta Camat Kota Utara, Nurdin Mohammad.

Perjuangan yang dimaksud, yakni ketika Walikota Marten Taha mengajukan kegiatan padat karya itu ke kementerian, sempat terhalau dengan demo besar-besaran di Jakarta. “Namun kita bisa penuh sabar, demi kepentingan rakyat,” ujar Marten.

Program Padat Karya merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan, dengan tujuan mengurangi pengangguran melalui pembangunan sarana prasarana pendukung untuk memperlancar roda perekonomian.

Adapun wilayah yang menjadi sasaran program ini adalah wilayah yang memiliki aktivitas sosial ekonomi namun masih terkendala pada fasilitas berupa akses jalan, sehingga pembangunan jalan rabat adalah merupakan alternatif untuk mendukung dan memudahkan masyarakat dalam menunaikan aktivitas produksi, yang diharapkan dapat meminimalisir nilai pengeluaran modal usaha, khususnya para petani.

Dengan adanya jalan ini, menurut Walikota Marten Taha, para petani tentunya tidak perlu bersusah payah lagi mengangkat ataupun memikul hasil pertaniannya. Sebab, jalan ini sudah bisa diakses kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sehingga biaya transportasi tentunya pula bisa ditekan seminimal mungkin.

Artinya, kata Marten, jika sebelumnya para petani harus mengangkat sendiri atau mencari dan menyewa kendaraan dengan biaya yang tinggi untuk mengangkut hasil pertaniannya, karena akses jalan yang masih sulit, maka dengan selesainya jalan rabat beton ini tentulah semua sudah dapat dilakukan secara gampang dan ringan.

Marten menjelaskan, program Padat Karya ini juga untuk menyinergikan pembangunan infrastruktur kota dengan usaha mengurangi angka pengangguran karena di dalamnya terdapat konsep Pemberdayaan masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat diberi peluang untuk terlibat, mulai dari proses pengerjaannya sampai kepada pengawasannya. “Masyarakat bisa ikut andil menjaga dan peduli dengan pembangunan di wilayah mereka,” ujar Marten.

Marten mengungkapkan, Pemerintah Daerah sesungguhnya ingin mengakomodir semua permintaan masyarakat terkait pembangunan fasilitas infrastruktur seperti ini.

“Banyak di kelurahan lain juga meminta (program padat karya) tapi apa daya kemampuan penganggaran daerah belum bisa mengakomodir semuanya secara bersamaan,” ujar Marten.

Meski begitu, selaku Walikota, Marten Taha menyatakan akan mengerahkan segala upayanya untuk dapat mempersembahkan karya nyata yang terbaik melalui pelaksanaan program secara bertahap berdasarkan kebutuhan skala prioritas.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi & UKM Kota Gorontalo, Ben Idrus menjelaskan, kegiatan padat karya infrastruktur ini merupakan salah satu upaya pengembangan kesempatan kerja kepada masyarakat sekitar proyek.

Ben Idrus menjelaskan, di sisi lain prasarana proyek infrastruktur dinilai memiliki fungsi yang sangat strategis dalam memobilisasi masyarakat dan barang menuju ke sentra sosial ekonomi. “Tujuan dari kegiatan ini menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi tenaga kerja serta untuk menekan angka pengangguran, setengah pengangguran,” ujar Ben.

Selain itu, sambung Ben, yang tak kalah pentingnya dari program ini adalah untuk memupuk rasa kebersamaan, gotongroyong serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. (k17/dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

1.674 views

Next Post

November Penilaian Adipura, Walikota Marten Minta DLH Tingkatkan Pembenahan

Ming Okt 22 , 2017
DM1.CO.ID, GORONTALO: Walikota Gorontalo, Marten Taha, mewanti-wanti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo untuk dapat tetap dan lebih meningkatkan kinerja dengan melakukan pembenahan kebersihan lingkungan di seluruh kawasan, seperti permukiman, taman kota dan di tempat-tempat umum lainnya. Komentar anda :