Niat Sofyan Bahagiakan Orangtua, Tenggelam Bersama Jasadnya

Wartawan: Anton Busura, Meilani Argoni ||
Editor: Vita, AMS~

DM1.CO.ID, GORONTALO: Sawah hijau nan membentang di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, seketika terasa nampak gersang, segersang hati para pelayat saat mobil ambulance tiba di rumah duka, Selasa siang (13/3/2018) sekitar pukul 13.20 waktu setempat.

Sirene ambulance putih bertuliskan “Mobil Jenazah Pemda Kab. Banggai” yang meraung-raung itupun terasa menghilangkan hawa sejuk di desa yang dipenuhi areal persawahan itu. Mobil jenazah inilah yang membawa jasad Sofyan Nusi (25), kembali ke kampung halamannya.

Ayah korban, Thalib Nusi (52), yang mendampingi jenazah anak sulungnya di dalam mobil Ambulance dari Kabupaten Banggai hingga ke Kabupaten Gorontalo, tampak tak kuasa lagi menahan duka. Saat turun dari ambulance, tubuh Thalib langsung lemas dan pingsan, hingga sejumlah kerabat keluarga beserta pelayat pun jadi histeris.

Ibu korban, Lili Idrus (46), yang lebih dulu tiba di rumah duka dengan pesawat terbang, juga ikut pingsan menyaksikan anak sulungnya kembali ke rumah dalam keadaan tak bernyawa. Rumah duka yang tepat berhadapan dengan areal persawahan itupun dipenuhi isak tangis.

Dari tiga adik Sofyan, hanya satu yang tak sempat hadir karena sedang menunaikan tugas negara sebagai anggota TNI di luar daerah.

Sofyan meninggalkan kampung halamannya yang subur itu lantaran juga ingin membahagiakan kedua orangtuanya, yakni dengan mencari pekerjaan dan hidup mandiri di daerah lain. Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, adalah daerah pilihannya.

Baca Berita Terkait: Tinggalkan Kampung Cari Pekerjaan, Pemuda Gorontalo ini Malah Tewas Tenggelam

Namun, niat mulia Sofyan tersebut rupanya harus tenggelam bersama jasadnya di dasar Air Terjun Piala Hanga-hanga, salah satu tempat wisata favorit di Kabupaten Banggai.

Tubuhnya sempat hilang di dasar air setelah melompat dari puncak air terjun Piala Hanga-hanga yang ketinggiannya mencapai sekitar 20 meter, Sabtu (10/3/2018).

Tim SAR Gabungan Kabupaten Banggai tak langsung berhasil menemukan tubuh Sofyan karena derasnya air terjun tersebut. Namun dengan upaya maksimal selama 2 hari, Tim SAR Gabungan pun berhasil menemukan jasad Sofyan dalam posisi terjepit di lubang batu di kedalaman lebih 2,5 meter.

Informasi yang berhasil dihimpun di TKP menyebutkan, Senin Siang (12/03/2018) sekitar pukul 11.30 Wita ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki di kawasan Sungai Piala Hanga-hanga Luwuk Selatan.

Jasad Sofyan berhasil ditemukan oleh tim penyelam dari KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, -red) Arlon Nurdin, dibantu Dwi Ashari dari SAR Pos Luwuk, dan Nur Jamaludin dari Polres Banggai.

“Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan posisi terjepit (di lubang batu),” kata Ariffudin, Komandan Pos SAR Luwuk, Senin (12/03/2018).

Dan pada hari itu juga, jasad Sofyan langsung dilarikan dan dipulangkan ke kampung halamannya, di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Di rumah duka, Wartawan DM1 belum bisa memintai sepatah-kata kedua orangtua korban. Namun, Ningsih Suleman (52) selaku salah satu keluarga korban menuturkan, Opi (sapaan akrab Sofyan) adalah sosok pendiam.

“Opi ini orangnya pendiam, rencananya Opi mau cari kerja di sana (di Banggai), tinggal sama pamannya, punya banyak teman, mudah bergaul,” ujar Ningsih.

Salah seorang tetangga korban, Iran Maksum (30) bahkan menceritakan, bahwa sebelum berangkat ke Luwuk dirinya punya firasat lain terhadap diri Opi.

Iran mengaku merasakan ada tanda-tanda yang telah diperlihatkan oleh diri Opi. “Korban sebelumnya memberikan tanda-tanda kepada keluarga sebelum berangkat. Misalnya, berjabatan tangan dengan semua tetangga dan keluarga. Bahkan korban sempat mengganti pakaian dan membawa pakaian yang serba baru,” cerita Iran.

Iran juga mengaku mengingat betul perkataan Opi sebelum berangkat. Yakni, Opi sempat mengatakan, bahwa ia baru kali ini akan melakukan perjalanan jauh.

Sebagai sosok pendiam, kata Iran, Opi termasuk orangnya sangat tertutup, tidak terlalu banyak bicara namun tidak susah beradaptasi.

Iran mengaku sangat mengenal diri Sofyan, karena selama ini Sofyan adalah salah seorang teman yang selalu ikut kerja bersama jika ada proyek-proyek pembangunan di Gorontalo.

Sementara itu, sejumlah keluarga dan beberapa tetangga serta pelayat di rumah duka yang berhasil dimintai komentarnya oleh awak DM1 menyebutkan, bahwa almarhum Sofyan Nusi semasa hidup belum pernah terdengar punya hubungan asmara dengan seorang wanita pun.

Dan Selasa siang tadi (13/3/2018), jasad Sofyan sudah dikebumikan tak jauh dari kediamannya. Namun, meski begitu, para keluarga, kerabat dan teman-teman almarhum Sofyan masih banyak berdatangan di rumah duka untuk mengkhaturkan belasungkawa yang mendalam.

(ton-mei/vit/ams/dm1)
Komentar anda :

Muis Syam

5.874 views

Next Post

Pertegas Dukungan, Gerindra Kabgor Deklarasikan Prabowo Capres 2019

Rab Mar 14 , 2018
VIDEO:  Wartawan : Anton & Vita~ Editor : Vita Pakai DM1.CO.ID, GORONTALO: Meski belum diputuskan secara Nasional, namun Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Gerindra) Kabupaten Gorontalo telah menyatakan sikap dalam sebuah deklarasi mendukung Letjend (Purn) H. Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) pada perhelatan Pemilihan Presiden […]