Mupen KB Koltim “Ditelanjangi & Dilucuti”? Sekdis PPKB Koltim Angkat Bicara

DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Satu unit Mobil Penerangan Keluarga Berencana (Mupen-KB) yang ada di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), kini jadi sorotan di banyak kalangan.

Pasalnya, Mupen-KB tersebut selama ini dianggap “mandul”, alias tidak dapat lagi digunakan untuk menunjang kelancaran operasional pergerakan program kerja di DPPKB sebagaimana peruntukkannya.

Informasi yang dirangkum mengenai hal tersebut menyebutkan, bahwa Mupen-KB itu tidak dapat dipergunakan lagi lantaran adanya beberapa sebab. Yakni di antaranya karena Mupen-KB itu sudah “ditelanjangi dan dilucuti” oleh oknum yang tak bertanggung-jawab.

Diduga kuat, saat sedang “diopname” di salah satu bengkel di Desa Simbune, Kecamatan Tirawuta, body Mupen-KB itu sudah tak lagi utuh seperti saat pertama kali dibeli (diadakan). Yakni sudah berbentuk mobil pick-up double cabin.

Memang bentuk keluaran dari pabrik, Mupen-KB bermerek Nissan Navara ini adalah bermodel Pick-Up Double-Cabin. Namun saat diadakan dan diterima untuk pertama kalinya oleh pihak DPPKB Koltim, Mupen ini tidak dalam keadaan pick-up, melainkan kondisi body belakangnya telah ditutupi oleh bahan yang terbuat dari kanopi sejenis aeroklas.

Dan yang jadi masalah, adalah saat ini body belakang Mupen tersebut tidak lagi ditutup oleh kanopi, atau dengan kata lain kanopi itu telah “dicopot” hingga berbentuk pick-up double-cabin.

Selain “dicopot atau ditelanjangi”, informasi lain menyebutkan adanya dugaan bahwa fasilitas (alat-alat) penunjang kegiatan operasional yang ada di dalam Mupen -KB tersebut juga sudah “dilucuti” semua.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Pengendalian Penduduk dan KB Koltim, Badwi, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi yang dialami Mupen-KB tersebut. Tetapi ia mengaku tidak tahu-menahu mengapa sampai body belakang Mupen itu dicopot. Termasuk, segala fasilitas peralatannya yang dimiliki.

Badwi sendiri justru mengaku merasa kaget dan heran, mengapa sampai body Mupen harus “ditelanjangi” seperti itu. Padahal diketahui yang masalah kerusakannya hanya terletak pada mesin kendaraan, bukan pada bagian body-nya.

“Tidak seperti itu modelnya mobil penerangan. Dibelakangnya itu kan lengkap dengan peralatannya. Penyebabnya apa sampai dibuka (body belakang dilepas) begitu, kenapa bisa,” kata Badwi via telepon pada Selasa pagi (15/2/2022).

Badwi juga mengungkapkan, fasilitas (alat-alat) pelayanan yang tersedia di dalam mobil penerangan itu di antaranya ada genset, layar fokus, LCD proyektor, laptop, dan soundsystem. Yang kesemuanya fasilitas dan alat-alat itu tidak diketahui lagi ke mana “rimbanya”.

“Saya tidak tau ke mana semua peralatan yang ada di dalam mobil penerangan. Nanti saya coba telusuri,” ujar Badwi.

Dia menyebutkan, sejauh ini DPPKB Koltim memiliki tiga unit armada untuk kegiatan pelayanan KB, yaitu mobil unit penerangan, mobil akseptor serta mobil pelayanan (di luar mobil dinas Kadis). Dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri.

Misalnya, kata Badwi, mobil penerangan dipergunakan untuk memberi informasi atau edukasi (advokasi) kepada masyarakat atau sebagai salah satu alat sosialisasi dan informasi mengenai  program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB).

Sedangkan mobil akseptor difungsikan sebagai alat transportasi untuk mengangkut para peserta KB baik peserta baru maupun peserta aktif, dari tempat akseptor menuju lokasi tempat pelayanan KB terutama di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan KB statis dan pelayanan KB bergerak dan sebaliknya.

Dan yang terakhir, lanjut Badwi, adalah mobil unit pelayanan KB (berupa bus) dilengkapi dengan sejumlah peralatan medis, yang mana di dalamnya juga dipergunakan oleh petugas kesehatan, baik dokter maupun bidan untuk melakukan pelayanan seperti pemasangan implan KB dan IUD.

“Kalau tentang mobil untuk kegiatan pelayanan KB di kantor saya tidak tau. Adakah pernah disimpan di kantor, tidak ada kan?! Pernah kah disimpan di rumahku, tidak kan?! Saya juga tidak pernah gunakan mobil itu. Jadi jangan tanya saya soal itu, tanya ibu Ulfa (Kadis). Musrembang saja terus terang kami tidak diikutkan. Hanya Kadis saja yang ikut sendiri kayaknya. Karena saya tanya beberapa teman katanya tidak ada yang pergi. Jangankan pergi, disampaikan saja bahwa ada musrenbang, tidak,” bebernya.

Badwi juga menyampaikan, bahwa pada tahun 2021 kemarin, kendaraan yang disediakan untuk memberikan pelayanan KB itu memang sudah tidak maksimal dipergunakan. Sebab sudah tidak dilengkapi dengan peralatan di dalamnya.

“Kalau mobilnya sempat dipergunakan waktu teman-teman mengadakan kegiatan seperti kampung KB. Bahkan saya sendiri juga sempat naik di situ. Tapi sudah tidak ada peralatannya,” tandas Badwi. (rul/dm1)

Komentar anda :

Muis Syam

1.419 views

Next Post

2022 Proyek Jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta Tuntas Dikerjakan, Handoyo: 2023 Siap Digunakan

Kam Feb 17 , 2022
DM1.CO.ID, GORONTALO: Program pembangunan infrastruktur Jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta, terlaksana secara bertahap di setiap tahun. Mulai dari proses perencanaan di tahun 2015, dan direncanakan proyek jalan yang terbagi dari 2 segmen ini akan rampung secara total pada tahun 2022 ini. Komentar anda :