M. Tahir “Tantang” Anggota Deprov Gorontalo Untuk Lakukan Hal ini

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Pihak Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Bone Bolango Provinsi Gorontalo, berharap kepada masyarakat petani, khususnya petani jagung, agar dalam menggeluti usaha-taninya dapat menerapkan metode agroforestri. Yakni, menanam pepohonan atau tanaman buah-buahan lainnya di antara tanaman jagung di atas lahan yang sama.

Harapan tersebut dikemukakan oleh M. Tahir P, SP, M.Si selaku Kepala BPDAS-HL Provinsi Gorontalo, dalam momen kunjungan kerja anggota Komisi II DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo ke Kantor BPDAS-HL Bone Bolango, di Limboto, Rabu pagi (29/7/2020).

Menurut M. Tahir, selain bisa mengurangi risiko kegagalan, dengan sistem agroforestri ini juga dapat melindungi tanah dari erosi, serta mengurangi kebutuhan pupuk atau zat hara dari luar kebun, karena adanya daur-ulang sisa tanaman yang ada di lahan tersebut.

Setelah menggelar dialog di BPDAS-HL, para anggota Komisi II tersebut, di hari itu juga pada Rabu siang (29/7/2020), langsung melakukan peninjauan ke tempat Persemaian Permanen milik BPDAS Provinsi Gorontalo, yang terletak di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Hal menarik, di tempat Persemaian itu, M. Tahir “menantang” para anggota Komisi II Deprov Gorontalo, kiranya dapat serius mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh BPDAS-HL demi kepentingan seluruh lapisan masyarakat.

Tantangan tersebut, yakni M. Tahir mencetuskan sebuah masukan kepada anggota DPRD Provinsi Gorontalo, tentang pentingnya memunculkan dua Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah). Yaitu, terkait penerapan Sistem Agroforestri, dan juga Ranperda tentang Gerakan Tanam 25 Pohon setiap orang selama hidup.

Tantangan yang dicetuskan oleh M. Tahir itu pun langsung ditanggapi positif oleh seluruh anggota Komisi II, terutama Dr. Paris Jusuf selaku Ketua DPRD Provinsi Gorontalo yang ikut meninjau ke tempat Persemaian Permanen, langsung menyatakan sepakat dan setuju dengan masukan dari Kepala BPDAS-HL tersebut.

Menurut Dr. Paris Jusuf, cetusan dan masukan untuk memunculkan Ranperda ini sangat bagus sebagai muatan lokal. “Komisi dua mudah-mudahan tahun depan, dan Pandemi (Covid19) ini segera berakhir, maka anggaran-anggaran kita akan maksimalkan untuk hal-hal seperti itu,” ujar Paris Jusuf. (ams/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: