Lepas Jangkar, 450 Prajurit Yonif/ST 713 Bertolak Ke Perbatasan Papua

Bagikan dengan:

Wartawati/Editor: Dewi Mutiara

DM1.CO.ID, GORONTALO: Menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Parigi, sebanyak 450 Prajurit Satya Tama Batalyon Infanteri (Yonif) 713 Korem 133 Nani Wartabone telah berangkat dengan tujuan perbatasan RI-Papua Nugini, Sabtu (3/8/2019).

Keberangkatan ini dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan (Ops Pamtas) RI-Papua Nugini Tahun Anggaran (TA) 2019.

Sebelumnya telah dilakukan pelepasan prajurit secara adat oleh Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo di Markas Yonif 713 di Telaga, Kabupaten Gorontalo, Rabu (31/7/2019).

Kepada wartawan, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif 713) Satya Tama Mayor Infanteri Doni Gredinand menyampaikan, seluruh prajurit dinyatakan siap melaksanakan operasi selama 9 bulan di perbatasan RI-Papua Nugini.

“Prajurit telah melalui rangkaian latihan selama enam bulan, mulai dari latihan penyiapan, latihan dalam satuan, hingga latihan pra tugas yang terakhir dilaksanakan,” ungkap Danyonif Doni Gredinand.

Ia juga menyampaikan, penugasan prajurit Satya Tama bertujuan untuk menjaga kedaulatan NKRI.

“Tujuan penugasan kami yang pertama harus dicapai yaitu bagaimana kita bisa merebut hati dan pikiran rakyat, untuk bersama-sama menjaga dan mempertahankan NKRI,” ungkap Danyonif Doni Gredinand.

Selanjutnya upacara pelepasan juga dilaksanakan secara resmi di Pelabuhan Pelindo Gorontalo, dipimpin langsung Panglima Kodam (Pangdam) XIII Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang, Jumat (2/8/2019).

Mayjen TNI Tiopan berpesan kepada seluruh prajurit untuk memegang teguh kehormatan TNI dan berhasil dalam menjalankan tugas operasi.

“Harapan saya cuma satu. Berhasil. Berangkat dengan Kehormatan, pulang dengan kebanggaan,” tegas Mayjen TNI Tiopan Aritonang kepada wartawan usai upacara pelepasan. (dmk/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up