BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Kemenkominfo Patok 200 Desa Pedalaman Melek Digital

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, YOGYAKARTA: Untuk mendukung pemerataan gerakan ekonomi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan 200 desa yang berlokasi di pelosok (pedalaman) Indonesia melek digital.

“Gerakan ekonomi digital juga harus masuk ke perdesaan sehingga pada 2017 targetkan 200 desa melek digital sebagai percontohan,” ungkap Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Sammy Pangirapan seusai membuka tahap “Hackathon Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital” di UGM Yogyakarta, Sabtu (22/10/2016).

Program edukasi digital di tingkat perdesaan, menurut Sammy, akan digarap bersama sejumlah kementerian dan lembaga lain seperti Kementerian Desa, serta Kementerian PU. Program itu diprioritaskan untuk desa-desa di pelosok dan perbatasan yang jauh dari akses teknologi informasi (TI).

Sammy menjelaskan, untuk merealisasikan 200 desa melek digital, Kemenkominfo berkontribusi memberikan pelatihan mengenai tata cara pengoperasian teknologi digital, di samping memfasilitasi pengadaan infrastruktur telekomunikasi yang selama ini disebut dengan proyek Palapa Ring.

“Jadi seandainya nanti seluruh proyek Palapa Ring sudah selesai, tentu agar tidak sia-sia masyarakatnya juga sudah tahu bagaimana pemanfaatannya,” ujar dia.

Sammy menegaskan, di era Ekonomi Digital, keuntungan bisnis berbasis digital (e-commerce), harus ikut dirasakan masyarakat perdesaan. Dengan cara itu, sambungnya, masyarakat perdesaan memiliki peluang besar memperluas pemasaran produk pertanian atau kerajinan.

“Dengan bisnis berbasis digital mereka dapat memasarkan berbagai hasil pertanian ke kota secara langsung,” katanya.

Sammy juga memaparkan, berbagai upaya edukasi digital itu, merupakan upaya Kemenkominfo untuk mendukung terwujudnya potensi Indonesia menjadi “The Digital Energy of Asia” pada 2020 yang telah dimulai dengan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

(ana/DM1)
Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up