BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

DPRD dan Walikota Gorontalo Gelar Rapat Paripurna, Marten Siapkan Gorontalo Sebagai KLA

Bagikan dengan:
Wartawan: Aldi A. Toy~ Editor: Avi|

DM1.CO.ID, GORONTALO: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Walikota Gorontalo, menggelar rapat paripurna dalam rangka penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Gorontalo tahun 2019.

Rapat tersebut digelar di Aula I Gedung DPRD Kota Gorontalo, Senin (3/12/2018), dihadiri oleh Marten Taha selaku Walikota Gorontalo dan seluruh anggota DPRD beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Gorontalo.

Di hadapan peserta sidang, Marten Taha menyampaikan 15 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Gorontalo tahun 2019.

Kemudian dilanjutkan dengan agenda rapat paripurna DPRD Kota Gorontalo TK I (lanjutan), dalam rangka penyampaian pemandangan umum fraksi serta jawaban atas pemandangan umum terhadap I (satu) Ranperda usul inisiatif eksekutif dan pendapat kepala daerah, serta jawaban fraksi terhadap pendapat kepala daerah atas III (tiga) Ranperda usul inisiatif legislatif.

Dalam agenda tersebut, Marten mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menjadikan Kota Gorontalo sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Diperkuat dengan pernyataan dari Ketua DPRD Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo yang menjelaskan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) akan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Sehingga seluruh produk hukum yang akan dibahas dan disahkan tahun 2019, harus direncanakan sekarang dan ditetapkan dalam program legislasi daerah.

“Terkait dengan kontennya, beberapa Perda yang akan dibahas salah satunya perihal Ranperda tentang KLA,” ucap Fedri.

Olehnya, Pemkot Gorontalo mengupayakan adanya ruang publik, baik bangunan pemerintah, swasta, maupun perorangan agar bisa disiapkan sebagai tempat khusus anak.

“Tentunya dalam ruang publik ini, yang harus kita siapkan yakni perangkat peraturannya agar setiap stakeholder atau siapa pun dia, pihak pemerintah ataupun swasta yang akan mendirikan bangunan atau mendirikan tempat-tempat usaha dan lain sebagainya, itu harus memperhatikan aspek-aspek tersebut,” tutup Fedriyanto Koniyo. (toy/avi/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up