Bulog Merugi Rp.900 M, di Era Rizal Ramli Surplus Rp. 5 T

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Meski sempat mencatatkan keuntungan Rp.800 Miliar pada 2016, namun Bulog saat ini sedang mengalami kerugian sebesar Rp.900 Miliar. Padahal di saat Rizal Ramli menakhodai BUMN ini justru dapat memanen keuntungan buat negara sebesar Rp.5 Triliun.

Mengetahui kondisi tersebut, sejumlah pengamat dari berbagai kalangan pun mengaku heran dengan karakter kerja yang ditampilkan oleh pemerintahan saat ini, di mana sepertinya justru makin menjauh dari cita-cita Trisakti dan harapan bangsa.

Fernando Ersento, seorang pengamat dari Rumah Politik Indonesia bahkan merasa ada keanehan dalam pengelolaan BUMN saat ini, seperti Bulog tersebut.

“Di era pak Rizal Ramli, Bulog bisa Surplus 5 Trilliun. Kok sekarang katanya rugi mencapai 900 Miliar, kan aneh?” ujar Fernando bertanya-tanya.

Menurutnya, pasti ada yang tidak beres. Bisa karena Menterinya yang tidak punya program baik, dan bisa juga disebabkan adanya oknum yang bermain. Dan dugaan ini patut ditelusuri.

“Ya harus diselidiki. Dulu surplus, kok sekarang rugi, kan aneh. Ini tidak sesuai dengan target Presiden Jokowi,” tegas Fernando.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), saat ini mencatat masih ada beberapa perusahaan di bawah naungan kementerian yang belum mampu mencatatkan kinerja positif. Sepanjang kuartal pertama 2017, terdapat 26 BUMN yang masih merugi.

Menurut Imam Apriyanto Putro selaku Sekretaris Kementerian‎ BUMN, dari 26 BUMN yang merugi atau belum mencatatkan keuntungan tersebut, Perum Bulog tercatat sebagai BUMN yang mengalami kerugian paling besar.

“Perum Bulog yang masih rugi paling besar, sekitar Rp.900 Miliar di kuartal pertama tahun ini,” beber Imam di Wikasatrian, Bogor‎, Jumat (28/4/2017).

Meski begitu, Kementerian BUMN mengaku tidak kuatir. Alasannya, di sektor perdagangan, di awal tahun perusahaan belum memperoleh keuntungan karena belum menikmati hasil investasi.

Kerugian itu diperkirakan akan tertutup pada kuartal-kuartal selanjutnya yang sampai akhir tahun, dan Bulog diprediksi akan tetap mencatatkan keuntungan.

Imam menyebutkan, 26 perusahaan yang masih mengalami kerugian di kuartal pertama 2017 ini didominasi oleh perusahaan yang memiliki bisnis di bidang ritel dan perdagangan. Selain Bulog, ada sejumlah BUMN yang juga mengalami kerugian, salah satunya PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Imam juga mengungkapkan, total kerugian yang dicatat oleh 26 BUMN pada kuartal pertama 2017 itu adalah sebesar Rp.3,8 Triliun. Angka ini meningkat dibanding kuartal pertama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp.3,2 Triliun. “Tapi jumlah BUMN-nya menurun, periode yang sama tahun lalu itu 27 BUMN,” tutur Imam.

(dbs/DM1)

Bagikan dengan:

Muis Syam

3,086 views

Next Post

HUT ke-12 RSTN Boalemo Dijadikan Momen untuk Raih Akreditasi

Ming Apr 30 , 2017
DM1.CO.ID, BOALEMO: Sejumlah kegiatan yang mewarnai penyambutan peringatan HUT ke-12 Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) Kabupaten Boalemo, bagi para pengelolanya dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk berbenah diri.