BLT Dinilai Disalurkan Secara “Senyap”, Ketua BPD Tawainalu Bingung

Bagikan dengan:
DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terkena dampak Covid19 tahun 2021 di Desa Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), dikabarkan telah disalurkan.
Sayangnya, penyaluran BLT yang bersumber dari dana desa itu terkesan dilakukan secara “senyap”, dan dinilai tertutup alias tidak transparan.
Bahkan Ketua BPD Tawainalu, Muhammad Ramli, mengaku sama sekali tidak tahu-menahu terkait BLT yang terinformasi telah dilakukan penyaluran tahap pertama kepada warga di desa tersebut. Sebab, seingat dan sepengetahuan Ramli, data mengenai identitas penerima BLT itu saat ini masih dalam tahap validasi.
“Januari kemarin (2021) itu sudah disepakati bahwa akan dilakukan validasi data penerima BLT, karena ada warga yang komplain.
Ramli memaparkan mekanisme terkait BLT. Yakni, setelah validasi, dilakukan penetapan nama-nama penerima, kemudian pencairan dan dan disusul dengan pembagian atau penyaluran dana BLT tersebut.
Ramli pun mengaku heran, sebab tidak pernah ada penyampaian untuk musyawarah penetapan calon penerima, namun tiba-tiba ada suda adah penerimaan atau penyaluran BLT. “Itu yang bikin bingung saya,” ujar Ramli kepada DM1, Senin(22/2/2021).
Keanehan dan kejanggalan lain yang dirasakan Ramli, yaitu adanya pencairan dana pakta integritas untuk pekerjaan fisik maupun non-fisik (termasuk BLT) tanpa sepengetahuan dan tanda-tangan darinya selaku Ketua BPD Tawainalu.
Ramli pun mengaku diliputi tanda tanya besar seputar adanya kegiatan penyaluran anggaran yang berasal dari dana desa tersebut. “Saya tidak tahu apakah aturannya sudah berubah di tahun 2021 ini atau belum?” ujar Ramli bertanya-tanya.
Padahal, lanjut Ramli, pada tahun sebelumnya jika akan dilakukan pencairan dana pakta integritas, maka BPD selalu dilibatkan sebagai pihak yang ikut bertanda-tangan. Namun pada tahun kali ini tidak ada sama sekali pemberitahuan dari kepala desa (Kades) maupun aparat desa lainnya, baik secara tertulis maupun penyampaian secara lisan.
Akibat adanya penyaluran BLT yang terkesan dilakukan secara “senyap” tersebut, membuat sejumlah pihak pun ikut bertanya-tanya. Bahwa jika Ramli memang tidak tahu-menahu, lalu siapakah yang “mewakili” BPD dalam menanda-tangani pencairan dana pakta integritas itu? Apakah mungkin tanda-tangan Ramli sebagai ketua BPD dipalsukan?
Tak hanya itu, sejumlah warga yang juga mengetahui mengenai tidak dilibatkannya Ramli dalam penanda-tanganan itu pun menilai, bahwa hal ini boleh dikata merupakan tindakan sepihak yang dilakukan secara “senyap” oleh Kades dalam menyalurkan BLT.
Salah seorang warga bernama Merlin mengungkapkan, bahwa sikap yang terkesan tertutup dari kepala desa terkait kegiatan penyaluran BLT ini praktis menimbulkan pertanyaan sesuatu yang terselubung, “ada apa?”
Menurut Merlin, pemerintah desa semestinya mengumumkan daftar penerima BLT secara terbuka, baik itu di kantor desa, di masjid ataupun di tempat umum lainnya, sehingga warga Desa Tawainalu bisa melihat secara jelas daftar penerima BLT tersebut.
“Kita tidak pernah diperlihatkan data penerima BLT. Baru tidak dipublis. Ada apa sebenarnya, kenapa ditutupi?” tanya Merlin dengan wajah heran.
Merlin pun membeberkan, bahwa belakangan terinformasi pembagian BLT tahap pertama ini hanya berjumlah 31 orang. Sementara pada tahun lalu jumlah penerima BLT mencapai 108 orang.
Dari keterangan yang diperoleh di lapangan menyebutkan, bahwa alokasi Dana Desa (DD) untuk Desa Tawainalu pada tahun ini mencapai Rp.1,2 Miliar. Jumlah ini jauh meningkatk dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp.700-an Juta.
Ironisnya, pada saat jumlah alokasi DD ini mengalami peningkatan, justru jumlah warga yang menerima bantuan BLT di tengah pandemi Covid19 dipangkas habis-habisan. Dan parahnya, BPD mengaku tidak dilibatkan.
Sementara itu Kades Tawainalu, Ekisman, saat dihubungi untuk dikonfirmasi terkait persoalan ini via handphone miliknya, tidak berhasil tersambung karena dalam kondisi tidak aktif, pada Senin malam (22/2/2021) pukul 11.18 WITA. (rul/dm1)
Komentar anda :
Bagikan dengan: