Berpedang Samurai Terhunus, Kades Polemaju Jaya Ancam dan Ajak Warganya Duel

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Adalah Andi Sahabuddin, Kepala Desa (Kades) Polemaju Jaya, Kecamatan Poli-polia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, tiba-tiba mendatangi dan mengancam seorang warganya dengan menggunakan sebilah parang terhunus di tangan menyerupai pedang samurai, Kamis malam (19/11/2020) sekitar pukul 21.30 WITA.

Informasi yang dihimpun Wartawan DM1 menyebutkan, seorang warga desa setempat yang mendapat ancaman itu bernama Jamaluddin.

Melalui sambungan telepon pada Jumat (20/11/2020), Jamaluddin menceritakan kronologis peristiwa pengancaman yang harus dialaminya secara tak disangka-sangka itu.

Yakni, malam itu Jamaluddin yang sedang duduk di samping rumahnya sambil berbincang-bincang bersama enam orang rekannya, mengaku tiba-tiba dihampiri oleh Sahabuddin bersama dua anaknya (Andi Alam dan Andi Bima) serta seorang warga lainnya bernama Slamet.

Menurut Jamaluddin, kedatangan Sahabuddin bersama para “pengawalnya” dengan menggunakan sepeda motor itu, diwarnai teriakan.

“Tidak ada pergerakan malam ini..,” ujar Jamaluddin meniru suara yang diteriakkan Sahabuddin.

Merasa penasaran dengan maksud lontaran yang disuarakan Sahabuddin itu, seorang rekan Jamaluddin yang ikut nongkrong malam itu pun spontan membalasnya. “Ada apa..?” kata Jamaluddin menirukan balasan teriakan tersebut.

Sahabuddin yang terlihat sangat emosi itu pun turun dari motor, lalu bergegas mendekati Jamaluddin sambil menantang berduel. “Sini single (duel), satu lawan satu,” ujar Jamaluddin mencontohkan perkataan Sahabuddin yang kala itu tampak sangat emosi.

Karena merasa tidak ada masalah pada dirinya, Jamaluddin pun mengaku tidak berniat meladeni tantangan Sahabuddin yang tampak berlagak bagai preman dengan sebilah parang menyerupai pedang samurai terhunus di tangan.

Aksi dan sikap yang dipertontonkan Sahabuddin itu berakhir setelah beberapa kali dinasihati oleh salah seorang guru yang kebetulan ikut berkumpul dengan Jamaluddin malam itu.

Menurut informasi, amarah Sahabuddin meluap-luap lantaran mendengar kabar bahwa Jamaluddin telah meneror dua aparatnya, yakni Sekretaris Desa (Sekdes) Polemaju Jaya dan Kepala Dusun (Kadus) I.

Namun menurut pengakuan Jamaluddin, ia tidak pernah melakukan teror seperti yang dituduhkan oleh Sahabuddin.

Jamaluddin pun menduga kuat ada pihak-pihak yang telah memprovokasi Sahabuddin agar turun tangan melakukan intimidasi fisik terhadap dirinya.

Memang, kata Jamaluddin, beberapa hari lalu ada kesalah-pahaman antara dirinya dengan Sekdes mengenai persoalan “uang pendingin”. Tetapi saat itu Jamaluddin mengaku sama sekali tak melakukan aksi teror, bahkan masalahnya kala itu dianggapnya telah selesai.

Usai mendapat ancaman fisik, di malam itu juga sekitar pukul 00.30 WITA, Jamaluddin pun bergegas ke Polsek Ladongi untuk melaporkan perbuatan Sahabuddin terhadap dirinya.

Kapolsek Ladongi, Iptu Trimo Susanto ketika dikonfirmasi di kantornya membenarkan peristiwa ini. Katanya, pelaku telah diamankan beberapa jam setelah korban melapor.

“Kami juga sudah mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku. Hari ini kami akan mengambil keterangan dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP), termasuk saksi dan para pelaku. Setelah salat Jumat kita ambil keterangannya,” ucap Iptu Trimo, Jumat (20/11/2020).

Sementara itu, sejumlah warga pun sangat menyayangkan sikap yang dipertontonkan oleh Sahabuddin, yang seharusnya sebagai kepala desa bisa menjadi panutan bagi masyarakatnya. Terutama ketika ada kekacauan atau pertikaian, maka kepala desa yang semestinya berdiri di tengah (tidak berat sebelah) dengan maksud untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dan bukan malah mengancam dan mengajak duel warganya dengan sebilah parang yang terhunus. (rul/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: