DM1 Kolaka TimurPelayananPemerintahanSosialisasiTerbaru

Andi Merya Ajak Masyarakat Koltim Bahu-Membahu Wujudkan Mimpi Almarhum Bupati Samsul

Bagikan dengan:
DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur benar-benar terpukul dalam nuansa kesedihan atas kehilangan almarhum Bupati Samsul Bahri Madjid, secara mendadak.
Biasanya, Samsul Bahri yang sudah dianggap sebagai kakak itu selalu berbarengan dengannya mengikuti Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kabupaten, namun kali ini, Merya hanya ditemani Plh Sekda,Wakil Ketua DPRD dan sejumlah OPD.
Derai air mata kesedihan mendalam mewarnai untaian kata demi kata dari Merya saat mengajak peserta Musrenbang untuk mengirim alFatihah kepada almarhum Bupati Samsul, di acara Musrenbang Kecamatan Lalolae, Senin (22/3/2021).
Suara Merya tampak tertatih-tatih terdengar dari balik pengeras suara, seolah-olah mencoba tegar di hadapan peserta. Akan tetapi, ia benar-benar tak mampu menyembunyikan rasa dukanya, sehingga air matanya pun tampak berderai.
“Dua hari yang lalu, kita ditinggalkan oleh sosok orang tua, tokoh panutan. Bukan hanya sekadar sebagai bupati bagi saya, akan tetapi almarhum adalah kakak bagi saya. Dalam perjuangan kemarin kami sama-sama. Saya tidak menyangka jika beliau akan secepat ini meninggalkan kami,” ucapnya seraya dibarengi tangis.
Meski Bupati Samsul telah tiada, namun Merya menegaskan bahwa tidak akan ada yang berubah, Samsul tetap bersama Merya (SBM).
“Amanah almarhum untuk membawa perubahan kabupaten Koltim ke arah yang lebih baik, akan saya laksanakan. Ini merupakan ujian bagi saya. Olehnya itu, bantu saya, doakan saya dan berikan saya masukan, saran, untuk melanjutkan mimpi beliau (almarhum) yang belum sempat diwujudkan,“ pintanya.
Di acara musrenbang ini pula, Merya sempat memutar kenangan terakhir bersama Bupati Samsul sewaktu menghadiri acara Musrenbang di Kecamatan Loea.
“Beliau sampaikan, kalau saya katanya keras-keras pada orang, bu wakil, kamu yang imbangi. Kalau bu wakil yang keras sama orang, maka saya yang imbangi. Jawaban spontan saya bukan sebagai wakil bupati waktu itu tetapi sebagai adik. Saya menoleh ke beliau dan saya sampaikan ok bos. Saya tidak menyangka ternyata itu penyampaian terakhir dari beliau di acara Musrenbang,” ungkapnya.
Memori lain yang dikenang Merya bersama almarhum Bupati Samsul, yakni sewaktu sebelum mengikuti pertandingan sepak bola di lapangan Latamoro Kecamatan Tirawuta antara tim kesebelasan Pemda Koltim melawan tim kesebelasan Partai Gerindra.
“Pada saat beliau masuk lapangan pertandingan, beliau berkata kepada saya Mer (sapaan akrab dari almarhum terhadap Merya) saya pergi eee. Saya bilang, mau ke mana? Beliau bilang, mau main bola! Nanti kamu turun di situ (lapangan) sebentar (padahal almarhum menyampaikan itu saat Merya masih berada di tribun). Saya bilang, oh iya sebentar saya turun,” tutur Merya melukiskan percakapan terakhirnya dengan almarhum ketika itu.
Pada momen Musrenbang di Kecamatan Lalolae ini, Merya mengajak seluruh peserta agar ber sama-sama bahu-membahu untuk mewujudkan cita-cita almarhum. “Kita adalah parnert untuk memajukan Kolaka Timur yang kita cintai,” tegas Merya.

Tidak saja pada Musrenbang di Kecamatan Lalolae, ungkapan semangat terhadap mimpi dan harapan SBM (Samsul Bersama Merya), juga diutarakan Merya di acara Musrenbang susulan di Kecamatan Mowewe dan Kecamatan Tinondo yang digelar pada hari ini juga (Senin, 22/3/2021).
“Apapun kebijakan itu, apapun keputusan itu tetap Samsul Bersama Mery (SBM). Tidak akan berubah. SBM itu adalah masyarakat, SBM itu adalah semua lapisan masyarakat Kolaka Timur. Jadi bantu saya, kalau ada janji kampanye kami kemarin yang belum terlaksana, sampaikan dan ingatkan saya. Kalau ada tutur kata saya yang tidak berkenan di hati, tegur saya. Semua masyarakat adalah perwakilan dari Samsul Bersama Mery. Sampai kapan pun tetap Samsul Bersama Mery,” tegasnya. (rul/dm1)
Komentar anda :
Bagikan dengan: