Ada Mangrove yang Dibabat, Mahasiswa KKS UNG Desa Otiola Berharap Dukungan Pemda Gorut

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORUT: Kuliah Kerja Sibermas (KKS) yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), di Desa Otiola, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), saat ini sedang giat melakukan berbagai program kerja.

Koordinator Desa (Kordes) KKS UNG di desa ini, Doni Marapua, kepada DM1 menyebutkan berbagai program kerja yang sudah dipatok sebagai Sinergi Pemberdayaan Masyarakat (Sibermas).

Doni Marapua didampingi sekretarisnya beserta sejumlah mahasiswa KKS dari berbagai jurusan di UNG di Desa Otiola ini mengungkapkan, program-program kerja yang telah disepakati untuk segera direalisasikan itu, di antaranya pembuatan tapal batas desa, penomoran rumah warga, serta kegiatan seni dan hiburan.

Selain itu, kata Doni, ada juga kegiatan sosialisasi pelestarian hutan Mangrove. “Kegiatan ini adalah berupa pembentukan kelompok pelestarian Mangrove yang terdiri dari para warga dan diketuai oleh para kepala dusun,” ujar Doni, Ahad (21/7/2019).

Hal menarik, Doni mengaku sempat mendapati sejumlah pohon Mangrove yang telah dibabat, baik yang masih basah maupun yang telah mengering. “Kami punya foto-foto Mangrove yang telah dibabat itu,” beber Doni.

Sejumlah pohon Mangrove itu, kata Doni, dibabat untuk berbagai kepentingan. Misalnya, untuk bahan bakar memasak di dapur, untuk pagar rumah, dan lain sebagainya.

Doni pun mengungkapkan, untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya pembabatan pohon Mangrove secara leluasa, maka mahasiswa KKS UNG di Desa Otiola ini sepakat untuk dimunculkan Peraturan Desa (Perdes) tentang pelestarian hutan Mangrove.

Menyinggung mengenai upaya untuk menyukseskan seluruh program kerja yang telah ditentukan itu, Doni pun mengaku optimis program-program tersebut dapat berjalan dan dilaksanakan dengan lancar sepanjang anggarannya dapat menunjang.

Hanya saja, Doni belum bisa memastikan apakah anggaran yang dibutuhkan untuk kesuksesan program itu dapat direalisasikan atau tidak. “Soalnya proposal masih dalam proses untuk mendapatkan dukungan dana dari Pemda Gorut,” ungkap Doni.

Olehnya itu, Doni beserta seluruh mahasiswa KKS UNG di Desa Otiola ini mengaku sangat berharap Pemda Gorut dapat memberikan dukungan dana demi kepentingan warga di desa ini sendiri.

Sementara itu, Kades Otiola melalui bendahara desa, Elfi Pangulu, membenarkan adanya proposal mahasiswa KKS UNG Desa Otiola yang diajukan ke Pemda Gorut. “Iya, mereka sudah masukkan proposal ke Pemda Gorut. Mudah-mudahan proposal itu bisa mendapat restu,” ujar Elfi.

Elfi mengaku amat gembira dengan hadirnya mahasiswa KKS UNG di Desa Otiola. “Kami masyarakat di desa ini sangat senang dan berterimakasih karena mereka (mahasiswa) ini mau melaksanakan KKS di desa kami ini,” ujar Elfi.

Mengenai mahasiswa KKS UNG di desa ini yang mendapati adanya pohon Mangrove yang dibabat, Elfi tidak membantah. “Itu tidak merata, dan hanya sebagian kecil. Tetapi itu tetap harus diantisipasi agar tidak terjadi pembabatan secara leluasa,” ujar Elfi.

Ada hal menarik yang diungkapkan Elfi, yakni selama ini Desa Otiola adalah desa bebas miras (minuman keras). “Sehingga soal keamanan di desa ini insyaAllah bisa dijamin, terlebih lagi masyarakat kami senantiasa menjaga situasi agar tetap aman,” tutur Elfi.

Elfi pun mengaku sangat mendukung seluruh program kerja yang akan ditunaikan oleh mahasiswa KKS UNG di Desa Otiola ini.

Sekadar diketahui, untuk menuju dan mencapai Desa Otiola ini, harus menyeberang dari Pelabuhan Kwandang dengan menggunakan perahu ketinting sekitar 5 menit.(ams/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: