Usai Salat Id, Sejumlah Jamaah Masjid di Buol Keroyok Kades

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BUOL: Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, tiba-tiba jadi bahan pemberitaan di media lokal maupun nasional.

Pasalnya, pada Ahad (24/5/2020), seusai Salat Id (Idul Fitri) Jamaah Masjid al-Nikmat di desa setempat, tiba-tiba mengeroyok Kepala Desa (Kades) Lripubogu, Hamzah Husein (42) dan seorang Hansip bernama Nawir (40).

Peristiwa tersebut terjadi berawal ketika Kades Hamzah Husein bersama sejumlah perangkat Desa Lripubogu, bersama Kapospol dan Bhabinkamtibmas di dampingi Camat setempat, sedang menunggu para Jamaah Salat Id tersebut di luar masjid.

Menurut keterangan Kapolsek Bunobogu, AKP. Muhammad Hasby, tak ada larangan dalam bentuk pembubaran pelaksanaan Salat Id, karena memang warga sudah terlanjur menunaikan salat Id di masjid tersebut.

AKP. Muhammad Hasby mengungkapkan, para Jamaah Salat Id di dalam masjid itu tidak menerapkan protokol kesehatan Covid19, termasuk tidak melakukan jaga jarak.

AKP. Muhammad Hasby menceritakan, di saat para jamaah ini selesai melaksanakan salat Id, Hamzah Husein selaku Kades Lripubogu yang telah menunggu di luar masjid, sempat menanyakan kepada sejumlah jamaah, bahwa siapa yang bertanggungjawab atas pelaksanaan salat Id?

Namun, ternyata ada jamaah yang merasa tidak nyaman dengan pertanyaan tersebut, lalu tiba-tiba terjadi aksi main pukul kepada Kades Hamzah Husein, sehingga terjadi kericuhan.

Akibat dari tindakan kekerasan tersebut, Hamzah Husein mengalami luka lebam di wajahnya dan juga terkena hantaman di tulang rusuk bagian kanan. Sementara Nawir dikabarkan mengalami luka di telinga bagian kirinya. Bahkan Camat dikabarkan juga sempat kena tendangan.

AKP. Muhammad Hasby mengakui bahwa sebelumnya, warga desa memang sudah diingatkan agar mematuhi imbauan pemerintah untuk ibadah, termasuk Salat Id, hendaknya dilakukan di rumah saja terkait pencegahan penyebaran Covid19.

Untuk menghindari kericuhan yang diduga dipicu oleh adanya provokator, maka pihak kepolisian setempat telah mengamankan 19 orang yang diduga melakukan perlawanan secara kekerasan.

“Di desa juga sudah tidak ada lagi yang ribut. Mereka sudah mengaku salah. Kemudian mereka kami limpahkan ke Polres,” ujar AKP. Muhammad Hasby.

AKP. Muhammad Hasby juga membeberkan, bahwa sejauh ini salah seorang provokator telah ditahan bernama Manaf yang membuat suasana jadi memanas.

Manaf, kata AKP. Muhammad Hasby, sebetulnya tidak termasuk dalam Jamaah yang melakukan salat Id. “Dia (Manaf) diduga ikut memprovokasi. Padahal dia tidak salat Id (di masjid itu),” ungkap AKP. Muhammad Hasby.

Peristiwa kericuhan itu sempat terekam dalam video, hingga viral dan membuat heboh para netizen dari berbagai penjuru media sosial. Berikut ini videonya:

(dml/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: