Trump Jadi Presiden, Warga AS Siap-siap Minggat dari Negaranya

DM1.CO.ID, WASHINGTON: Pada masa kampanye Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), sejumlah warga AS telah menyatakan akan minggat dari negaranya jika Donald Trump menang. Kemarin, mereka mulai siap-siap merealisasikannya. Dan indikasi tentang mereka yang ingin minggat tersebut sudah terlihat.

Yakni, Washington Post mengabarkan, pekan ini tak sedikit warga AS tiba-tiba mulai mengunjungi sejumlah situs imigrasi negara lain. Tujuan mereka di antaranya ke negara Kanada, Selandia Baru, dan Australia.

Namun di antara ketiga negara tersebut, mereka nampaknya lebih tertarik ke Selandia Baru. Sebab, negara ini ternyata jumlah kambing lebih banyak dari manusia, dan ini sangat menarik buat mereka. Populasi manusia di sana hanya 4,4 juta orang.

Selain itu, pemandangan yang menakjubkan juga kebijakan yang progresif secara sosial menjadi daya tarik. Selandia Baru sering masuk daftar tempat terbaik untuk hidup di planet Bumi.

Bulan ini, Legatum Institute menobatkan Selandia Baru di peringkat tertinggi untuk kesejahteraan global. Kelompok yang ingin berpikir melakukan tindakan teroris, diyakini sulit diwujudkan, sebab untuk mencapai negara di ujung selatan itu tidaklah mudah.

Frekuensi jumlah kunjungan situs-situs pemerintah Selandia Baru dari AS pekan ini meningkat tajam, terutama situs imigrasi. Sebelumnya, situs ini hanya dikunjungi 2.300 kali dari AS setiap harinya. Namun sejak Donald Trump dikabarkan menang sebagai Presiden AS, yakni pada Kamis (10/11/2016) sampai pukul 09.00 pagi, jumlah kunjungan ke situs tersebut mencapai 56.300 kali dari AS. Angka fantastis. Peningkatannya mencapai 25 kali lipat.

Pada hari yang sama, situs New Zealand Now yang berisi informasi tentang kehidupan, pekerjaan, belajar, dan investasi NZ, bahkan sempat dikunjungi 70.500 kali dari AS. Padahal menurut Greg Forsythe dari Imigrasi Selandia Baru, biasanya jumlah kunjungan hanya berkisar 1.500 per hari.

Dalam satu bulan, terdapat rata-rata 3.000 warga ASmendaftar di situs itu. “Dalam 24 jam terakhir, 7.287 orang AS mendaftar, ini meningkat dua kali lipat dalam pendaftaran selama satu bulan,” ungkapnya.

Registrasi ini, katanya, dapat menjadi bukti ketertarikan mereka (warga AS) pada kehidupan di Selandia Baru. Pendaftaran tidak termasuk daftar aplikasi visa. Data lain dari Google menunjukkan peningkatan dadakan terhadap kata kunci ‘bagaimana untuk pindah ke Selandia Baru’. Dan umumnya, kata kunci ini dicari netizen dari wilayah Washington, Oregon, dan California.

Seorang konsultan asal Alabama yang tinggal di Selandia Baru, Cindy Mullins mengatakan, ia menerima banyak pertanyaan seputar tinggal di sana.

Demikian juga dengan seorang penulis blog travel Young Adventures, bernama Liz Carlson. Ia menuliskan, bahwa pekan ini ia dibanjiri permintaan, komentar, email yang meminta saran soal Selandia Baru. “Saya pikir saya akan berbagi soal bagaimana melarikan diri (minggat),” kata dia.

Dalam tulisannya ia juga menulis bahwa, jika usia lebih dari 30 tahun atau tidak bisa mengajar seluncur, tidak mudah tinggal dan bekerja di sana. Imigrasi menggunakan sistem berdasarkan poin. Mereka menilai pengalaman, kemampuan, ketertarikan, dan lain sebagainya.

(rpk/DM1)
Komentar anda :

Muis Syam

13 views

Next Post

Selain Karena Ahok, Fadel juga Dipecat karena Istrinya

Jum Nov 11 , 2016
DM1.CO.ID, JAKARTA: Mantan Gubernur Gorontalo yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden SBY, Fadel Muhammad, dikabarkan telah dipecat dari posisinya selaku Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar (PG). Komentar anda :