BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Tampilkan Tarian Khas Gorontalo di Karnaval Budaya Manado, Wabup Bone Bolango: Saya Bangga!

Bagikan dengan:
Wartawan: Resti Djalil Cono~ Editor: Avi|

DM1.CO.ID, MANADO: Karnaval budaya pada penutupan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) di Manado, Minggu (28/10/2018), menggemakan semangat sumpah pemuda Indonesia.

Ribuan pemuda dari sejumlah daerah di Indonesia, tampak antusias dalam menampilkan keunikan budaya dari daerah masing-masing, dengan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia.

Salah satunya dari Provinsi Papua, yang menampilkan dua penari dengan busana tradisional khas suku pedalaman Papua yaitu koteka.

Seorang diantaranya ditusuk hidungnya atau diseptum dalam tradisi orang Papua, hingga cairan merah mirip darah pun nampak berada di sekitar mulut dan lengannya. Ia juga membawa panah serta busur, dan seorang lagi membawa senjata berupa kapak.

Sedangkan yang wanita membawa senjata mirip tombak kecil, dengan badan yang dipenuhi sejumlah aksesoris kebanggaan suku Papua. Nyaris telanjang, bagian bawah wanita itu hanya ditutupi celana seperti bulu-bulu.

Sejak di garis start sampai finish, peserta dari Papua ini dijadikan ajang selfi oleh penonton yang memenuhi tempat tersebut.

Manase Kambuaya, selaku Kepala Bidang (Kabid) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua mengatakan, sengaja membawa langsung warga dari suku pedalaman dengan maksud untuk menunjukkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Papua.

“Mereka berasal dari pedalaman Puncak Jaya, juga anak Indonesia. Ketiganya dengan pakaian dan senjata yang khas. Inilah kami apa adanya, dan syukurlah hal ini mendapat respon positif dari peserta maupun warga setempat,”  ucap Manase.

Untuk lebih memperlancar kegiatan tersebut, pengalihan arus lalu lintas sudah dimulai sejak Jumat (26/10/2018), termasuk pengalihan arus saat pelaksanaan upacara pembukaan PKNRM di lapangan Koni Sario Manado.

“Saat acara puncak karnaval budaya nanti, arus lalu lintas juga akan dialihkan,” tutur Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Utara, Linda Wantania, sehari sebelum acara dimulai, Sabtu (27/10/2018).

Tak mau ketinggalan, Provinsi Gorontalo juga ikut menampilkan tarian khas Gorontalo dalam acara bergengsi tersebut, yakni tarian kijang dan tarian polahi, dimana menggambarkan wanita yang sedang memikul barang-barang dari gunung ke desa.

Wakil Bupati (Wabup) Bone Bolango, Mohamad Kilat Wartabone dalam kesempatannya mengatakan, “Tarian ini sangat khas, menggambarkan kehidupan wanita Gorontalo di zaman dulu. Dan saya bangga bisa ditampilkan di acara ini, sehingga Gorontalo bisa lebih dikenal lagi secara nasional”.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Amna Odja, Kabid Promosi, Rafiq Rahman, Kepala Seksi pentas, Irtja Tangahu, serta beberapa staff Erik Ilahude, Meli Hadju, Nelwan Husain, Elista Hamzah dan koordinator Judika Alvero, juga tampak hadir sebagai utusan dari Kabupaten Bone Bolango dalam acara PKNRM tersebut.

Acara dengan maskot karnaval Mr. Indo Willy Caesar, Mr. Youth Renaldo DJ, Miss Earth Kezia Kembe, dan Super Model Indonesia Euginia Willy ini rupanya menyedot perhatian khalayak umum. Terbukti dari banyaknya wisatawan mancanegara yang ikut hadir dalam karnaval budaya tersebut.

Denis, turis dari Jerman mengaku kagum dengan sajian budaya Indonesia, bahkan Denis menyempatkan diri untuk foto bersama rombongan Papua.

“Negara anda sangat kaya akan budaya, negeri yang luar biasa!” ungkap Denis sambil tersenyum senang. (res/avi/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up