BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Sofyan Panigoro: APBD Boalemo Banyak Mengalir ke Luar Daerah

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BOALEMO: Sama seperti tahun-tahun lalu, awal tahun 2019 juga semua lintas sektor berpacu untuk mencapai target yang sudah ditentukan, agar APBD Kabupaten Boalemo tahun 2019 bisa terealisasi secara signifikan. Namun, dampak dari APBD tersebut, nampaknya belum sepenuhnya berputar di Boalemo.

Hal ini diungkapkan mantan Kepala Cabang Bank Mandiri Kabupaten Boalemo, Sofyan Panigoro, dalam bincang-bincangnya dengan awak dm1.co.id.

Sofyan mengatakan, APBD 2019 seharusnya pada awal Januari perputaran dimulai dari daerah ini, bukan malah diputar di luar daerah Boalemo.

Padahal, kata Sofyan, masyarakat Boalemo sudah pasti sangat  membutuhkan terjadinya perputaran ekonomi (uang) di dalam daerah sendiri, bukan di luar daerah yang justru hanya menguntungkan masyarakat di luar daerah tersebut.

Jika itu lebih banyak terjadi, menurut Sofyan, maka kondisi ekonomi di Kabupaten Boalemo bisa dipastikan hanya jalan di tempat, atau bahkan menurun. Dan dampaknya, tentu masyarakatlah  yang merasakanya.

“Saya melihat sejak Januari 2019, banyak kegiatan yang dilakukan oleh eksekutif dan legislatif di luar daerah,” ujar Sofyan.

Dan tentunya, kata Sofyan, ini boleh dikata hanya membuang-buang APBD Boalemo ke daerah lain.

Padahal, lanjut Sofyan, kegiatan yang diadakan di luar daerah itu sebetulnya masih bisa dilakukan di dalam lingkungan (daerah) Boalemo sendiri.

Sofyan menunjuk contohnya kegiatan yang dimaksud. Yakni, Pemda Boalemo melalui bagian Ekonomi Pembangunan baru-baru ini melaksanakan kegiatan Bimtek e-Monev tahun 2019 di Hotel Peninsula, Kota Manado, selama tiga hari dan berakhir pada Ahad, (27/01/19). “Itu (kegiatan tersebut) saya kira terlalu berlebih-lebihan serta mubazir,”lontar Sofyan.

Ia menjelaskan, kegiatan yang melibatkan semua SKPD dalam pelaksanaan Bimtek e-Monev tersebut, tentu saja membawa APBD Boalemo untuk dibelanjakan di daerah lain.

“Padahal kegiatan seperti itu kan bisa dilakukan di dalam daerah sendiri, agar perputaran uang tersebut bisa menggerakkan ekonomi daerah ini juga,” terang Sofyan.

Pemerhati ekonomi Boalemo ini juga mengingatkan, bahwa banyak kalangan masyarakat yang bergantung dari APBD, seperti para pedagang, pengusaha, misalnya warung makan, warung kopi, bahkan sopir penumpang umum.

“Saat saya jumpai, mereka mengatakan susahnya ekonomi di daerah ini berputar. Bahkan mereka mengaku sering pindah profesi, tapi tetap saja sama,” tutur Sofyan.

Iapun menyarankan agar fungsi APBD sebagai penggerak ekonomi daerah hendaknya benar-benar dilakukan secara maksimal dan optimal, bukan malah ekonomi daerah lain yang pertama kali digerakkan.

Memperdengar sorotan Sofyan Panigoro ini, Kabag Ekbang Setda Boalemo, Ulkia Kiu menanggapi, bahwa kegiatan e-Monev yang dilaksanakan baru-baru itu sudah sesuai dengan SOP.

“Bimtek bagi semua PPA, KPA, PPTK serta staf entry ini dilaksanakan agar mampu meningkatkan kualitas belanja APBD,” ujar Ulkia, Rabu (30/1/2019).

Kegiatan tersebut, lanjut Ulkia, sengaja digelar di luar daerah untuk lebih meningkatkan kompetensi pengelola pengguna anggaran, mengingat Kabupaten Boalemo saat ini juga termasuk dalam peringkat ke dua terbaik dalam hal pengelolaan anggaran. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up