Rizal Ramli Undang Jumatan Muslim Tionghoa Sekaligus Dialog Teduh Pilkada DKI

DM1.CO.ID, JAKARTA: Hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, tinggal menghitung hari, yakni pada Rabu (15 Februari 2017). Dan meski tahapan-tahapannya dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar oleh KPU DKI Jakarta, tetapi sedari awal hingga saat ini suasana persaingannya terasa memunculkan suhu politik yang sudah kurang sehat karena dikontaminasi oleh isu agama, suku, maupun ras.

Pemicunya, adalah masalah kasus dugan penistaan agama, disusul pelecehan terhadap Ketua MUI Kiai Ma’ruf Amin, lalu soal pengungkapan sebuah penyadapan di persidangan oleh petahana Gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga selaku terdakwa pada kasus dugaan penistaan agama tersebut.

Rentetan pemicu situasi yang sama sekali dinilai tidak kondusif dan berpotensi konflik itulah membuat warga pemilih di DKI menjadi resah, cemas, hingga merasa tidak nyaman.

Mengetahui situasi sedemikian kacau  seperti saat ini, Rizal Ramli selaku tokoh nasional mengajak masyarakat kalangan bawah untuk dapat menjalin dialog guna meredam suasana yang kian memanas ini agar bisa menjadi teduh.

Menurut rencana, dialog tersebut diawali dengan menunaikan shalat Jumat bersama kaum Muslim Tionghoa beserta para jemaah lainnya, pada Jumat (3/2/17) di Masjid Muslim Tionghoa, yakni Masjid Lautze, Jakarta.

Usai shalat, Rizal Ramli yang juga dikerap disapa Gus Romli di kalangan Nahdliyin ini akan berdialog dan bertukar pikiran, saling asah-asih-asuh, demi menenangkan situasi yang tegang dan tidak nyaman belakangan ini akibat ulah dan sikap Ahok, yang berdampak bagi segenap anak bangsa di negeri ini.

“Kita sholat bersama saudara-saudara kita Tionghoa untuk membangun kembali semangat solidaritas, persatuan-kesatuan dan saling asah-asih-asuh demi maslahat bersama,” ajak Gus Romli yang juga pernah menjadi inisiator Gerakan Anti Kebodohan semasa aktif sebagai aktivis mahasiswa ITB itu.

Ajakan Gus Romli ini tak hanya disambut baik oleh seluruh kalangan Tionghoa, khususnya Tionghoa yang berstatus Muslim. Ada alumnus UIN Yogyakarta, Lukman Hakim, yang juga akan mendukung suksesnya acara dialog tersebut.

“Masyarakat bawah sudah dibikin geram dan panas oleh Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang melampaui batas, sangat arogan, fasis dan koruptif, dan rakyat sudah kecewa dan frustasi terhadap perbuatan Ahok,” ujar Lukman Hakim.

(srr-ams/DM1)
Komentar anda :

Muis Syam

2.604 views

Next Post

@ulil: Ahok Berbahaya Bagi Hubungan Antar-agama di Negeri Ini

Jum Feb 3 , 2017
DM1.CO.ID, JAKARTA: Persidangan kedelapan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1/2017) lalu, dinilai memunculkan secara spontan masalah yang lebih serius. Komentar anda :