Rinto Ambela Pimpin Desa Puncak, Berantas Kemiskinan Jadi Target

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Sosok pemuda yang menyandang gelar sarjana pertanian, Rinto Ambela, pada 25 November 2019 dilantik sebagai Kepala Desa Puncak, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo pada periode 2019-2025.

Ditemui oleh wartawan DM1 di sela-sela kesibukannya, Rinto Ambela mengemukakan berbagai harapannya terhadap desa yang berpenduduk 3.400-an Jiwa dan tersebar di tujuh dusun tersebut.

Rinto menyebutkan, bahwa dari total jumlah penduduk di Desa Puncak, terdapat 679 Kepala Keluarga (KK) hidup di bawah garis kemiskinan.

Rinto merinci jumlah warga miskin di Desa Puncak tersebut terbanyak di Dusun Buhude Tiga, yakni terdapat 175 KK. Lalu disusul di Dusun Buhude Dua sebanyak 125 KK; Dusun Banggai Satu terdapat 92 KK; di Dusun Banggai Dua ada 90 KK.

Selanjutnya, di Dusun Beringin terdapat 78 KK; kemudian di Dusun Buhude Satu sebanyak 77 KK; dan di Dusun Ulungo ada 42 KK.

Mengetahui masih banyaknya jumlah penduduk miskin di desa yang dipimpinnya, Rinto pun mengaku bertekad untuk melakukan berbagai upaya untuk memberantas atau paling tidak menekan angka kemiskinan tersebut.

“Sebagai kepala desa terpilih, saya tentunya akan memunculkan visi-misi agar bagaimana mampu menurunkan angka kemiskinan dengan cara melaksanakan berbagai macam program kerja,” ujar Rinto.

Program-program yang akan dimunculkan secepat mungkin, kata Rinto, tentu saja adalah dimaksudkan agar Desa Puncak mampu bersaing dengan desa-desa lain dalam hal ekonomi, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Rinto pun mengaku akan memberdayakan aset yang ada, terutama sumber daya alam, memaksimalkan peran BUMDes, serta memanfaatkan tanah bengkok untuk dikelola agar bisa meningkatkan pendapatan asli desa.

“Potensi pendidikan sudah banyak yang lulus SMA, yang lain sudah ada sarjana, ini menjadi potensi sumber daya manusia,” ungkap Rinto.

Sementara mengenai sumber daya alam, menurut Rinto, Desa Puncak saat ini memiliki areal pertanian terluas di Kecamatan Pulubala, dengan jumlah kelompok tani sekitar 42 kelompok.

Dari jumlah kelompok tani tersebut, menurut Rinto, membuat desa ini menjadi desa yang menggunaan pupuk bersubsidi terbanyak, serta bibit terbanyak yang berasal dari bantuan pemerintah maupun yang langsung dibeli oleh masyarakat petani di desa ini.

Di Desa Puncak ini, kata Rinto, penduduknya tidak ada yang bermata-pencaharian sebagai nelayan. Sehingga itu, Rinto mengaku akan mendorong partisipasi masyarakat secara keseluruhan untuk ikut membangunan desa di bidang pertanian.

“Juga di saat bersamaan akan mendorong aparat desa agar fokus melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal. Ini yang sedang kita pacu saat ini,” tandas Rinto seraya menambahkan, bahwa petani di desa ini terbanyak menggenjot produk unggul jagung. (din/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: