Refleksi Program Pemerintah Kota Gorontalo Pada HUT ke-289 Kota Gorontalo

DM1.CO.ID, GORONTALO: Kelahiran Kota Gorontalo tercetus pada Kamis, 06 Syakban 1140 Hijriah, atau bertepatan pada Kamis, 18 Maret 1728 M. Dan itu berarti saat ini Kota Gorontalo telah berusia 289 tahun.

Meski begitu, Kota Gorontalo baru ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Gorontalo (dari hasil pemekaran Sulawesi Utara) ini pada 16 Februari 2001 yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 2000 Pasal 7.

Dan kini, Kota yang memiliki luas wilayah 66,25 km² (0,55% dari luas Provinsi Gorontalo) dan berpenduduk sekitar 195 ribu jiwa ini dipimpin oleh Walikota yang ke-9, yakni H. Marten Taha, SE, M.Ec.Dev periode 2014-2018 (setahun diisi oleh penjabat Walikota Weni Liputo).

Lalu sudah seperti apa kiprah kepemimpinan Marten Taha selama menjabat Khalifah di Kota yang berjuluk Serambi Madinah itu? Berikut laporannya yang disadur dari Humas dan Protokoler Pemkot Gorontalo serta berbagai sumber lainnya:

Menggenjot 8 Program Unggulan: Kartu Sejahtera, Satu Kartu Multi Manfaat

Program Kartu Sejahtera merupakan salah satu Program Unggulan Pemerintah Kota Gorontalo. Program ini adalah penjabaran dari Misi-Visi Pemerintahan Walikota Marten Taha dan Wakil Walikota Charles Budi Doku di Kota Gorontalo, yakni mewujudkan Kota Gorontalo yang SMART (Sejahtera, Maju, Aktif, Religius dan Terdidik).

Salah satu misinya adalah mewujudkan Kesetaraan bagi masyarakat untuk memperoleh akses layanan pendidikan dan kesehatan, serta layanan publik lainnya secara mudah dan berkualitas melalui 8 program “Gratis Lahir Sampai Mati” yang dicover dalam satu kartu sejahtera namun multi-manfaat.

Disebut demikian, sebab dalam satu kartu tersebut telah meliputi 8 layanan yang menjadi program gratis dari lahir sampai mati tersebut. Yaitu: 1. Gratis Biaya Persalinan dan Ibu Melahirkan; 2. Gratis Biaya Akta Kelahiran, KTP dan Kartu Keluarga; 3. Gratis Biaya Pendidikan dari SD hingga SMA; 4. Gratis Biaya Berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah; 5. Gratis Biaya Izin Usaha; 6. Gratis Bantuan Usaha Mikro dan Kecil; 7. Gratis Biaya Akta Nikah; dan 8. Gratis Biaya Ambulans dan Pemakaman.

Dari evaluasi yang telah dilakukan sejak mulai dicanangkannnya program tersebut, atau pada Januari 2014 hingga tahun 2016, implementasi dan realisasi program ini telah menunjukkan progres yang positif dengan memperoleh apresiasi serta penghargaan dari publik (masyarakat).

Dan mengenai penerapan program ini, tentu saja didukung oleh pengaggaran yang telah diporsikan oleh pemerintah sesuai dengan kebutuhan yang objektif.

Adapun capaian dari masing-masing layanan Kartu Sejahtera selang  tahun 2014-2016 tersebut dapat disimak dalam rangkuman di bawah ini.

  1. Gratis Biaya Persalinan dan Ibu Melahirkan

Untuk program Gratis Biaya Persalinan atau Kelahiran, penerima manfaat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Artinya, seluruh masyarakat Kota Gorontalo yang membutuhkan layanan persalinan akan terlayani dengan program ini. Jumlah anggaran yang diporsikan pun disesuaikan dengan jumlah kebutuhan masyarakat.

Dari data yang ada, realisasi jumlah total penerima manfaat dari program Gratis Biaya Persalinan atau Kelahiran ini dari 2014 hingga 2016 adalah mencapai 11.537 penerima. Yakni, 2014 terdapat 3.840 penerima, 2015 sebanyak 4.016 penerima, dan 2016 berjumlah 3.681 penerima.

  1. Gratis Biaya Akta Kelahiran, KTP dan Kartu Keluarga

Pemerintah Kota Gorontalo pada program gratis ini meliputi penerapan berupa gratis pengurusan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan, dan Akta Perceraian.

Capaiannya dapat dilihat pada tabel (gambar) di bawah ini:

  1. Gratis Biaya Pendidikan dari SD hingga SMA

Pada sektor pendidikan, pemerintah Kota Gorontalo ikut memberikan perhatian besarnya. Yang menjadi tujuan utama dari perhatian di sektor ini, adalah terwujudnya pemerataan kesempatan bagi anak usia sekolah untuk mengenyam pendidikan. Melalui sentuhan ini, Pemerintah Kota Gorontalo menggratiskan biaya pendidikan dari jenjang SD sampai SMA sederajat.

Capaian pada program gratis ini dapat dilihat pada tabel (gambar) di bawah ini.

  1. Gratis Biaya Berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah

Untuk sektor kesehatan, pemerintah Kota Gorontalo juga menyediakan program gratis layanan kesehatan yang meliputi gratis biaya kesehatan baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit milik pemerintah di Kota Gorontalo.

Dari data yang ada menyebutkan, jumlah total penerima manfaat dari program ini dari 2014 hingga 2016 adalah mencapai 98.572 penerima. Yakni, 2014 terdapat 30.000 penerima, 2015 sebesar 38.833 penerima, dan pada 2016 mencapai 29.739 penerima.

  1. Gratis Biaya Izin Usaha

Upaya pemerintah Kota Gorontalo dalam memberikan peluang besar investasi dan pertumbuhan UMKM di Kota Gorontalo benar-benar dibuktikan dengan pula memberikan pelayanan gratis pengurusan izin usaha, baik bagi kalangan investor maupun yang paling diutamakan bagi pelaku UMKM.

 Capaian layanan gratis ini dapat dilihat pada tabel (gambar) di bawah ini.

  1. Gratis Bantuan Usaha Mikro dan Kecil

Sementara itu, khusus menggenjot pertumbuhan UMKM, Pemerintah Kota Gorontalo tercatat pada 2015 dari alokasi anggaran Rp.2,5 Miliar, telah menyalurkan bantuan usaha Mikro dan Kecil kepada 989 orang dengan realisasi anggaran sebesar Rp. Rp. 2.432.500.000. 

  1. Gratis Biaya Akta Nikah

Pengurusan akta nikah juga tak luput dari kepedulian Pemerintah Kota Gorontalo dengan melakukan penggratisan terhadap biaya akta nikah.

Sebelumnya, biaya akta nikah dianggap cukup menjadi beban bagi calon pasangan ekonomi lemah yang ingin melangsungkan nikah. Namun dengan adanya program gratis biaya akta nikah inipun, beban para pasangan dari ekonomi lemah yang ingin menikah tersebut sudah tentu terbantukan.

  1. Gratis Biaya Ambulans dan Pemakaman

Program gratis ini juga dimaksudkan untuk meringankan beban bagi keluarga yang sedang mengalami duka cita, yakni dengan memberikan pelayanan gratis berupa penyediaan ambulans dan juga gratis biaya pemakaman.

Capaian pelayanan gratis ini dapat dilihat pada tabel (gambar) di bawah ini.

Berimbas Positif Pada Pengembangan SDM dan IPTEK

Khusus implementasi program gratis biaya pendidikan mulai SD hingga SMA sederajat, sejauh ini ternyata dapat memunculkan efek positif pada pengembangan SDM dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), yakni ditandai dengan terlihatnya perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Perkembangan IPM Kota Gorontalo menunjukkan trend peningkatan yang cukup signifikan selama 3 (tiga) tahun terakhir.

2014 IPM Kota Gorontalo 74,97; dan 2015 dan 2016 IPM Kota Gorontalo masing-masing meningkat menjadi 75,52 persen, sehingga selama 3 tahun ini terjadi pertumbuhan IPM sebesar 0,87 persen.

Hal tersebut merupakan indikasi positif bahwa kualitas manusia di Kota Gorontalo semakin membaik dilihat dari aspek (sektor) pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiga aspek ini diimplementasikan melalui beberapa kebijakan strategis yang telah diterapkan di Kota Gorontalo.

Sektor Pendidikan
Keseriusan Pemerintah Kota Gorontalo dalam mendukung program bidang pendidikan tak diragukan lagi. Hal ini dibuktikan dengan kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo telah menggolontorkan anggaran selama 3 tahun sebesar Rp.27.580.912.000,- yang dialokasikan untuk terwujudnya program gratis layanan pendidikan dari SD hingga SMA sederajat.

Bahkan pada 2016 Pemerintah Kota Gorontalo telah memberikan bantuan 11.085 siswa kurang mampu pada jenjang SD hingga SMA sederajat melalui program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang bersumber dari APBD Kota Gorontalo.

Seiring dengan itu, untuk mendukung operasional kegiatan di persekolahan, Pemerintah Kota Gorontalo telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp.8.995.980.000, melalui program penyediaan Dana Operasional sekolah (DOS).

Pada tahun 2016 ini di bawah kepemimpinan Walikota Marten Taha, Pemerintah Kota Gorontalo telah memberi apresiasi dan penghargaan kepada 284 siswa berprestasi SD hingga SMA/SMK dalam bentuk pemberian “Beasiswa Prestasi”.

Perhatian besar Pemerintah Kota Gorontalo ini ternyata berdampak positif pada beberapa indikator keberhasilan bidang pendidikan antara lain, Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A tahun 2014 sebesar 110,74 persen tahun 2016 menjadi 115,74 persen (naik 5 persen).

Sementara untuk APK SMP/MTs tahun 2014 sebesar 112,55 persen, tahun 2016 menjadi 118,79 persen (naik 6,24 persen). Sedangkan  APK SMA/MA/SMK tahun 2014 sebesar 110,97 persen,  tahun 2016 menjadi 114,44% persen (naik3,47 persen).

Selain kenaikan pada APK, perhatian pada sektor pendidikan juga berimbas pada Perkembangan Angka Partisipasi Murni (APM), masing-masing APM SD/MI/paket A tahun 2014 berada pada angka 93,39 persen tahun 2016 mencapai 94,09% (naik 0,7 %).

Sedangkan APM SMP/MTs tahun 2014 dengan angka 85,04 persen, tahun 2016 menjadi 90,34 persen. (naik 5,3 persen ). Begitupun dengan APM SMA/SMK/MA tahun 2014 dari angka 64,99 persen, naik menjadi 77,19 persen  pada 2016 (naik 12,20 persen).

Capaian ini pula ikut mempengaruhi peningkatan angka kelulusan siswa dari jenjang SD sederajat hingga SMA sederajat  pada  2015 dan 2016 ini yang mencapai 100%.

Segi kualitas layanan pendidikan di Kota Gorontalo juga dapat dilihat dari indikator jumlah guru yang berkualifikasi S1/D-IV tahun 2016 ini mencapai 97,86%; dan seluruh sekolah jenjang SD sampai SMA sederajat sudah terakreditasi.

Selain itu, untuk menunjang kualitas layanan pendidikan ini, di Kota Gorontalo telah menerapkan pemanfaatan teknologi melalui Cyber School yang telah diimplementasikan pada beberapa layanan pendidikan, di antaranya pendaftaran peserta didik baru (PPDB), perkembangan data siswa, guru dan sarana prasarana dan pengumuman kelulusan ujian yang dilaksanakan secara online.

Dalam hal penerapan teknologi di lingkungan pendidikan pada 2016, di Kota Gorontalo telah menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  bagi seluruh SMP dan SMA/SMK.

Karya nyata Pemerintah Kota Gorontalo dari layanan bidang pendidikan ini menghasilkan berbagai prestasi di bidang pendidikan, baik di tingkat Provinsi maupun Nasional.

Prestasi tersebut  di antaranya, Pemerintah Kota Gorontalo berhasil meraih Anugerah  Ki Hajar Award 2015 dan 2016; School and Madrasah Award (SaMA Award) 2016; Sekolah Adiwiyata Nasional 2016 untuk 5 sekolah (SDN 30 dan 34 Kota Selatan, SMP Negeri 2, SMA Negeri 2 dan SMK Negeri 2 Gorontalo); Pengelola BOS terbaik I (satu) Nasional khusus SD tahun 2015 (diraih oleh SDN 46 Hulondhalangi); dan berbagai prestasi lainnya baik akademik maupun non-akademik.

Sektor Kesehatan
Saat ini terdapat 96,34 persen masyarakat Kota Gorontalo telah memiliki Jaminan Kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS.  Melalui program Kartu sejahtera hingga 2016, Pemerintah Kota Gorontalo telah memberikan layanan persalinan secara gratis bagi 11.537 persalinan. Di tahun yang sama pula sebanyak 56.488 jiwa dilayani secara gratis di rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kota Gorontalo.

Khusus Program Gratis biaya ambulans di rumah sakit dan puskesmas telah melayani 977 jiwa. Dalam hal kualitas layanan kesehatan, pemerintah Kota Gorontalo melakukan peningkatan sarana dan prasana. Di antaranya adalah pembangunan Cardiac Cente;, ruang kelas I, II dan III di RSUD Otanaha; gedung instalasi farmasi; dan rehabilitasi 10 puskesmas.

Peningkatan Puskesmas di Kota Gorontalo juga turut diperhatikan. Dari total jumlah 10 unit Puskesmas yang ada di Kota Gorontalo, dua di antaranya telah beroleh akreditasi Utama yakni Puskesmas Kota Utara dan Kota Timur. Sedangkan Puskesmas Kota Barat beroleh akreditasi Madya.

Dan yang terbaru, adalah dilaksanakannya Pelayanan terpadu Akta Lahir di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS ) Kota Gorontalo, di mana setiap bayi yang dilahirkan di RSAS ini langsung mendapatkan akta kelahiran.

Sektor Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator utama untuk menilai dinamika pembangunan di suatu daerah, sekalipun pertumbuhan ekonomi juga tidaklah selamanya memberikan efek yang kuat terhadap variabel makro ekonomi lainnya.

Namun khusus pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo selama tahun 2014 hingga 2016, nampak sangat relatif stabil, yakni rata-rata di atas 7 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa proses dinamika perekonomian Kota Gorontalo cukup baik, dan ini sekaligus menggambarkan peningkatan pendapatan perkapita selama tiga tahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo, sehingga tentu  ini juga berdampak terhadap angka penurunan angka kemiskinan.

Kemiskinan di Kota Gorontalo pada 2015 mencapai 6,05 persen, namun angka ini menurun menjadi 5,75 persen di 2016. Penurunan ini memang masih di bawah double digit, sehingga masih memerlukan perhatian serius untuk diturunkan pada tahun-tahun mendatang.

Relatif stabilnya pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo antara lain didukung oleh iklim investasi yang kondusif di berbagai sektor, sehingga banyak pihak swasta yang menanamkan modalnya baik dalam skala kecil, menengah maupun besar.

Investasi pada berbagai sektor, memungkinkan perekonomian menghasilkan output yang banyak, pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Iklim investasi yang kondusif juga menjadi peluang terbukanya pasar yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha, khususnya  UMKM pangan yang ada di Kota Gorontalo.

Satu sektor utama yang menopang perekonomian Kota Gorontalo adalah sektor jasa dan perdagangan.  Olehnya itu, kedua sektor ini merupakan sektor basis yang dapat menjadi unggulan.

Dari kondisi potensi sektor tersebut, membuat Pemerintah Kota Gorontalo makin mendorong lahirnya kegiatan usaha, salah satunya dengan memberikan bantuan modal usaha hingga 2015 sebanyak 989 pelaku UMKM dengan Pagu anggaran sebesar Rp.2,5 Miliar pada 2016.

Dan pada 2017 ini, bantuan UMKM kembali dianggarkan sebesar Rp.2,5 Miliar. Dan mengenai bantuan usaha, memang tidaklah bisa direalisasikan karena berbenturan dengan Kepmendagri Tahun 2016 berkaitan dengan bantuan usaha diharuskan dalam bentuk badan usaha.

Namun di tangan Walikota Marten Taha, hal itu tidaklah menjadi hambatan untuk memperlancar kegiatan usaha masyarakat Kota Gorontalo. Sebab, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) dan dari pihak kecamatan telah memberikan layanan izin usaha secara gratis.

Hasilnya, sejak  tahun 2014 hingga 2016, tercatat 7.675 izin usaha telah dikeluarkan atau diterbitkan secara gratis.

Tentu saja, upaya Pemerintah Kota Gorontalo tersebut langsung mendapat apresiasi tersendiri dari pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah-RI, yakni dengan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Gorontalo karena dinilai mampu mendorong percepatan penerbitan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

(hpk-alfi/DM1)

Komentar anda :

Muis Syam

2.697 views

Next Post

Ini Sederet Karya Nyata 2014-2016 Walikota Gorontalo Marten Taha

Rab Mar 22 , 2017
DM1.CO.ID, GORONTALO: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-289 Kota Gorontalo yang digelar dalam acara Rapat Paripurna, pada Ahad (19/3/2017), di DPRD Kota Gorontalo, tentulah sangat tepat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menunjukkan sederet perubahan sebagai kemajuan yang telah diukir oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Komentar anda :