DM1 Kolaka TimurKeluhanSorotanTerbaru

Plafon Puskesmas Tirawuta Ambruk, Sudah Seminggu Kamar Inap Ditutup

Bagikan dengan:
DM1.CO.ID, KOLAKA TIMUR: Kerusakan saluran pipa di instalasi ruangan di Puskesmas Tirawuta, Kolaka Timur (Koltim), hingga saat ini ternyata belum juga dibenahi. Akibatnya, plafon kamar tiga, di lantai satu ruang inap tersebut ambruk.

Untung saja, saat kejadian di ruang itu tidak ada pasien yang menjalani perawatan. Ambruknya plafon di kamar tiga itu terjadi pada Ahad malam (21/3/2021) sekitar pukul 20.40 WITA.
Kepala Puskesmas Tirawuta, Baharuddin, membenarkan hal itu. Katanya, sebelum ambruk, kondisi plafon tentunya sudah lapuk akibat terkena rembesan air yang diduga dari saluran pipa yang bocor.

“Itu hari kan yang di WC, sekarang ini yang di ruangannya. Kerusakan yang di WC sudah pernah diperbaiki oleh kontraktor tahap kedua. Saya arahkan mereka supaya mengeluarkan air rembesan melalui jendela. Tiba-tiba empat hari lalu air merembes lagi ke ruangan itu,” kata Baharuddin, Minggu (21/3/2021) sekitar pukul 21.45 WITA melalui telepon.
Baharuddin meyakini, rambesan air itu terjadi dari bocornya pipa saluran plat yang tertanam di dinding.
Sehingga sebelum plafon itu ambruk, Baharuddin mengaku sudah mengambil langkah antispasi, yakni dengan tidak menerima pasien untuk kamar inap itu. Sebab, dikhawatirkan plafon akan lapuk lalu runtuh lantaran sering terkena rembesan air.
“Kalau terkena air sekitar satu bulan lalu, kalau menetes air sejak dua minggu lalu. Tidak ditau darimana itu rembesannya karena banyak sekali. Kami sudah tidak menerima pasien di ruang itu (kamar 3), kami takut roboh. Lagian juga air merembes terus di dalam ruangan,” ungkapnya.
Baharuddin berharap, agar kontraktor yang tempo hari menangani pekerjaan plafon itu hendaknya bisa bertanggungjawab, yakni dengan segera melakukan perbaikan.

Diketahui, proyek pembangunan Puskesmas Tirawuta tahun 2020 yang menggunakan anggaran miliaran rupiah itu, dikerjakan oleh dua kontraktor dengan perusahaan berbeda.
Dan informasi yang diperoleh menyebutkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu sudah turun melakukan audit pendahuluan di lokasi pengerjaan proyek. Selanjutnya, pada April ini BPK dikabarkan akan kembali turun melakukan audit rinci terhadap pekerjaan yang dinilai kurang berkualitas itu. (rul/dm1)
Komentar anda :
Bagikan dengan: