DM 1 CHUKUMProtesSorotanSOSIALTerbaruUnjukrasa

Pendemo Minta Bupati Boalemo Copot Kades Patoameme

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BOALEMO: Selasa (3/3/2020), Front Pemuda Peduli Desa menggelar aksi demo terkait keresahan masyarakat terhadap sejumlah kasus (termasuk proyek) yang timbul di Desa Patoameme, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Aksi yang dimotori oleh orator Ruslan Hasan, Erwin Noho, Herson Tanua, Ahmad Mohi, Herman Supu, ini dilakukan di berbagai lokasi. Di antaranya di depan Kantor Desa Patoameme, Mapolsek dan di Kantor Camat Botumoito, Polres Boalemo, dan berakhir di Kantor Bupati Boalemo.

Massa Front Pemuda Peduli Desa menyuarakan sejumlah tuntutan. Di antaranya, mendesak pihak-pihak berkompeten untuk segera mengusut tuntas seluruh persoalan di Desa Patoameme yang telah dilaporkan oleh masyarakat kepada aparat penegak hukum.

Selain itu, massa juga meminta dengan tegas kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo agar tidak tanggung-tanggung segera menon-aktifkan Kepala Desa Patoameme, karena dianggap tidak peduli dengan kasus pemukulan karyawan Pulo Cinta. Selanjutnya, massa mendesak segera melantik kepala dusun yang lulus sesuai tahapan seleksi.

Bukan cuma itu, massa aksi juga menuntut proyek pembangunan fisik PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dengan anggaran Rp. 472 Juta, dan Jamban keluarga di Desa Patoameme, yang diduga telah dipihak-ketigakan.

Massa menilai, pembangunan PKBM tersebut tidak menjadi pokok kebutuhan masyarakat di Desa Patoameme.

Semestinya, menurut massa aksi, anggaran di desa ini hendaknya lebih diarahkan dan dipergunakan kepada kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan proyek pembangunan yang justru dapat diduga sebagai ajang “bisnis” oleh kepala desa (Kades) bersama pihak ketiga.

Persoalan lainnya yang turut disuarakan massa aksi ini adalah mengenai sewa kapal milik BUMDes Patoameme dengan pihak Pulo Cinta, yang diduga tidak jelas pengelolaan keuangannya.Yakni, terindikasi pembayaran sewa kapal tersebut masuk ke rekening pribadi Kepala Desa Patoameme.

Massa aksi juga mempertanyakan penyertaan modal di BUMDes Patoameme tahun 2017 dengan total anggaran kurang lebih Rp.285 Juta, yang hingga saat ini tidak jelas pengelolaan keuanganya. “Tolong dipertanggungjawabkan oleh Kepala Desa Patoameme,” teriak salah seorang orator.

Massa aksi inipun mendesak pihak-pihak yang berkompeten untuk segera menelusuri anggaran Dana Desa Patoameme yang pengelolaanya tidak transparan, dan diduga kuat hanya menguntungkan kepala desa bersama kelompoknya.

Secara khusus, massa menuntut Darwis Moridu selaku Bupati Boalemo, agar sesegera mungkin mengambil langkah penindakan kepada Kepala Desa Patoameme yang dinilai banyak terlilit dengan masalah itu.

Dan jika perlu, menurut massa aksi, Bupati Boalemo segera mencopot Kepala Desa Patoameme agar masyarakat tidak resah akibat banyaknya masalah yang timbul di desa tersebut.

“Hal ini kami lakukan demi terselenggaranya pemerintahan yang baik, dan tercapainya kesejahteraan masyarakat sesuai harapan daerah dan bangsa,” ujar salah seorang orator.

Sementara itu, Kepala Desa Patoameme belum bersedia memberikan keterangan maupun tanggapan kepada wartawan DM1 yang coba mengonfirmasi via telepon seluler, pada Rabu (4/3/2020), karena masih sedang menghadiri acara. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: