HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Massa PAMI Kembali Demo, Tuntut Gelar Doktor Rektor UNIMA Dicabut

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Massa dari PAMI (Pelopor Angkatan Muda Indonesia), Kamis (21/11/2019), berunjuk-rasa di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, di Jakarta.

Demo PAMI kali ini menuntut Mendikbud, Nadiem Makarim, mencabut penyetaraan ijazah doktor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan guru besar yang disandang Rektor Universitas Negeri Manado, Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Dalam orasinya, Romy Fredi John Rumengan selaku Ketua Umum PAMI, mengultimatum Mendikbud agar segera mencopot Rektor UNIMA karena diduga berijazah palsu.

Rumengan menegaskan, rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) sudah sangat jelas meminta Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, yang ketika itu dijabat Muhamad Nazir, untuk segera membatalkan penyetaraan ijazah doktor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar yang diraih Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

“Kami yakin Menteri Nadiem mampu bersikap tegas dan melaksanakan rekomendasi ORI dan segera mencopot jabatan Rektor UNIMA, agar dunia pendidikan tidak dikotori oleh praktek mal-administrasi,” kata Rumengan, saat aksi unjuk rasa.

Rumengan mengaku menduga kuat, surat rekomendasi ORI nomor 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018, dimanipulasi oleh Dirjen Dikti Ali Gufron, sehingga menteri tidak berani mencopot Rektor UNIMA tersebut.

Dan menurut Rumengan, kiranya itulah yang menjadi alasan pihak ORI kemudian akhirnya harus menyurat ke Presiden Joko Widodo lantaran rekomendasinya tidak digubris Menrisitek Dikti M. Nazir.

“Ini sungguh memprihatikan atas kejadian pertama kali di negeri ini ada rekomendasi sebuah lembaga negara sekelas ORI dilecehkan begitu saja oleh kementrian tanpa ada penjelasan, bahkan surat ORI ke presiden pun tidak ada tangapan,” keluh Rumengan.

Menanggapi aksi unjuk rasa PAMI, pihak Kemdikbud melalui bagian Tata Usaha yang menerima perwakilan pendemo memastikan, bahwa aspirasi dan tuntutan PAMI akan disampaikan langsung ke Menteri Nadiem Makarim dan juga melalui email menteri. (rls/dm1)

Bagikan dengan:
  • 12856
  • 14483
  • 13710