Kesbangpol “Awasi” Acara Golkar, Marten Taha: Bukti Tak Ada Perbedaan dengan Partai Lain

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Partai Golkar Kota Gorontalo menggelar acara silaturahmi, di pelataran belakang rumah pribadi Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, pada Senin malam (7/9/2020).

Acara yang dihadiri oleh sejumlah pengurus DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo, di antaranya H. Erwin Rauf, Hardi Sidiki, Irwan Hunawa, beserta ketua-ketua tingkat kecamatan (PK) dan kelurahan-kelurahan (PL) itu, salah satunya adalah membahas rencana Musda Partai Golkar Kota Gorontalo.

Marten Taha selaku Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo dalam sambutannya pada acara tersebut, sempat menyinggung adanya seorang “tamu tak diundang” yang juga tampak ikut hadir bergabung dalam kesempatan itu, yakni Kepala Kesbangpol Kota Gorontalo, Arifin Mohamad.

“Sebenarnya saya tidak pernah suruh dia (Kepala Kesbangpol) ke sini. Cuma karena ini kegiatan politik, maka memang harus menjadi tugasnya Kesbangpol untuk melakukan pemantauan,” ungkap Marten Taha.

Menurut Marten, kehadiran Kesbangpol dalam acara silaturahmi ini sudah pasti dalam rangka menjalankan tugasnya. “Ini menunjukkan bahwa bukan partai lain saja yang dipantau, di partai saya sendiri, saya sebagai atasannya dia pantau juga,” ujarnya.

Marten Taha menjelaskan, kehadiran Kesbangpol ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara partai yang dipimpin oleh Wali Kota dan partai yang dipimpin oleh orang lain. “Dia menjalankan tugasnya secara profesional,” tegas Marten.

Namun Marten berharap kepada Kesbangpol, agar senantiasa memberikan informasi dan laporan terkait seluruh kegiatan partai politik di Kota Gorontalo.

“Jangan sampai kegiatan politik partai lain, saya dapatkan informasi dari orang lain daripada Kesbangpol, duluan dari orang lain. Itu berarti Kesbangpol tidak bekerja,” tutur Marten.

Mengingat dirinya sebagai Wali Kota yang juga sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo, Marten Taha pun menegaskan kepada Kesbangpol, agar jangan hanya bekerja untuk Partai Golkar. Karena dalam setiap kegiatan partai politik harus tercatat di Kesbangpol.

Marten Taha pun mengingatkan Kesbangpol, agar setiap menjalankan tugas pemantauan tidak dilakukan secara tertutup dengan seolah melakukan pengintaian, namun harus dilaksanakan secara terbuka, terang-terangan dan profesional. (red/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: