Kades Bonda Raya Berdayakan Perempuan Melalui KWT

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BONEBOLANGO: Desa Bonda Raya, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, saat ini sedang melakukan berbagai terobosan. Salah satunya di bidang pemberdayaan perempuan, yakni dengan membentuk KWT (Kelompok Wanita Tani).

Mohamad Alim selaku Kepala Desa (Kades) Bonda Raya kepada Wartawan DM1, baru-baru ini, mengungkapkan bahwa KWT ini masih sedang dalam proses awal.

Mohamad Alim menjelaskan, agenda verifikasi lahan sudah dilakukan oleh tim Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango ke Desa Bonda Raya, pada Kamis (19/3/2020), untuk memantau langsung lahan desa.

Kedatangan tim tersebut, kata Mohamad Alim, tentunya adalah sebagai bentuk respon terhadap proposal yang diajukan oleh KWT Bonda Raya ke Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Mohamad Alim mengungkapkan, selain untuk meninjau langsung keberadaan lahan yang nantinya akan mendapatkan bantuan, kedatangan tim dari Dinas Pertanian Bone Bolango tersebut juga sekaligus untuk mengecek eksistensi para anggota KWT.

“Proposal yang diajukan Kelompok Wanita Tani itu beranggotakan 10 orang, serta harus berdomisi di Desa Bonda Raya,” ujar Mohamad Alim.

Ia menjelaskan, apabila bantuan KWT ini sudah berjalan, maka selain dapat mendatangkan pendapatan tersendiri bagi masyarakat, juga bisa memberikan kesibukan buat para ibu rumah tangga.

“Sehingga kumpul-kumpul (ngerumpi) yang tidak berfaedah bisa dihindari. Intinya saya ingin merubah karakter masyarakat, dari pembeli menjadi penjual,” jelas Kades Alim.

Nantinya, lanjut Alim, akan diadakan rumah pembibitan serta sampai kepada pemasaran sudah ada yang bertanggung jawab penuh.

Proposal ini menjadi langkah awal Alim dalam hal pemberdayaan masyarakat, tinggal menunggu Dinas Pertanian Provinsi, sehingga dana masuk dan terobosan akan dimulai.

Meski begitu, Mohamad Alim mengingatkan kepada para anggota KWT, bahwa Tim Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango berpesan bilamana anggaran telah tersedia agar kiranya  dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Dana cair segera dieksekusi sesuai dengan tahapan, supaya ke depan apabila mengalami peningkatan maka akan ada suntikan dana lagi,” jelas Alim seraya menambahkan bahwa alokasi dana bersumber dari APBN kurang lebih Rp.90 Juta.

Alim juga mengingatkan agar jangan sampai bantuan ini hanya menjadi “kasus” seperti yang kerap terjadi di masa lalu. “Setelah cair kelompok malah bubar, dan rencana pemberdayaan hanya tinggal wacana. Jangan sampai terjadi seperti itu,” pungkas Alim.

Sementara itu, salah seorang warga yang tergabung dalam KWT ini juga mengaku sangat senang, karena bisa ikut berperan dalam kegiatan seperti ini.

“Saya orangnya senang menanam. Namun tidak adanya lahan, serta bibit unggul susah dicari,  sehingga saya hanya bisa diam menunggu yang dari tukang sayur saja,” ungkap warga penerima bantuan bibit. (res/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: