HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Jika Menang, Prabowo “Tunjuk” Tokoh ini untuk Tumbuhkan Ekonomi 8 Persen

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, SURABAYA: Ribuan pendukung pasangan Capres Nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memadati acara Pidato Kebangsaan, yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (12 April 2019).

Ada yang menarik dari acara tersebut. Boleh dibilang adalah sebuah kejutan. Yakni, sejumlah tokoh ditunjuk untuk memberikan “sepotong gambaran” di atas podium, tentang apa yang akan ditunaikan dan dipersembahkan oleh Prabowo jika terpilih sebagai Presiden RI pada Pemilu Serentak, Rabu besok 17 April 2019.

“Nanti para tim saya akan sedikit beri gambaran. Tidak benar kita pesimis. (Malah) kita yang optimis. Mereka mungkin puas dengan 5 persen pertumbuhan (ekonomi Indonesia), kita tidak puas. Kita mau pertumbuhan double-digit. Kita tidak mau jadi kacung bangsa lain,” demikian penggalan pidato kebangsaan Prabowo dalam acara tersebut.

“Seni kepemimpinan adalah carilah orang-orang hebat di sekelilingmu,” lanjut Prabowo.

Selepas Prabowo menyampaikan hal tersebut, sejumlah tokoh pun diberi kesempatan 3 menit untuk menggambarkan pencerahan di atas podium. Yakni, di antaranya adalah Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, Bambang Susanto Priohadi, Fadli Zon, dan Rocky Gerung.

Gatot membawakan pencerahan seputar kebangsaan, Fadli Zon membahas kedaulatan politik, dan Rocky Gerung menjadi “gong” akal sehat.

Dan khusus Rizal Ramli, sengaja ditunjuk untuk sekilas memaparkan rencana pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal 8 persen bila Prabowo menjadi Presiden-RI.

Berikut ini adalah paparan singkat mantan Menko Perekonomian yang pernah sukses mengharumkan nama Gus Dur sebagai satu-satunya Presiden RI yang mampu membenahi kondisi ekonomi dari minus 3% ke plus 4,9%, dan mampu mengurangi Utang Luar Negeri (ULN) sebesar USD 4,15 Miliar.

“Saya bangga sekali berada di Kota Pahlawan, kita ingin Indonesia Hebat, Indonesia Makmur di bawah pimpinan Pak Prabowo Subianto. Setahun yang lalu, saya ragu-ragu, apakah Pak Prabowo ini memang tepat jadi Presiden. Tapi setelah saya lihat, ternyata beliau bisa bercanda, bisa menari-nari kayak rakyat Indonesia (kebanyakan), saya jatuh hati sama Pak Prabowo. Ternyata tidak segalak seperti orang-orang katakan. Beliau ada sense of humor.

Saudara-saudara, kita tidak mau sekadar business as usual. Kita tidak mau lagi ekonomi Indonesia terus mandek di 5 persen, kita tidak mau lagi daya beli rakyat kita terus merosot, dan kita tidak mau lagi rakyat kita susah mencari pekerjaan. Kita juga tidak mau kebijakan ekonomi tidak adil, hanya menguntungkan yang kuat dan orang asing saja.

Kita tidak mau lagi yang dibangun hanya infrastruktur tanpa planning yang benar, sehingga meninggalkan trauma 3-O (over supplies, over-price dan over- borrowing).

Kita tidak mau lagi resiko makro-ekonomi Indonesia terus meningkat karena tambahan utang ugal-ugalan dan bunga/yield sekitar 7.9% termasuk tertinggi di kawasan.

Neraca perdagangan terburuk (-$8,6 milyar, 2018) dan Current Account Defisit (-$ 9,1 millar atau 3,57% GDP, Q4, 2018. CAD 2018: – $ 31,1 milyar atau 2,98% GDP) terparah di Asia Tenggara. Sehingga ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap berbagai gejolak external.

Cukup sudah dengan stagnasi dan kemandegan ini. “Enough is enough !!”

Hai.. Petahana, apa yang Anda kerjakan selama ini?
Katanya “kerja, kerja, kerja”, kok hasilnya memble begini? Jangan-jangan hanya kerja tanpa strategi, kerja tanpa kepiawaian, kerja tanpa manfaat yang besar untuk rakyat Indonesia?

Itulah mengapa rakyat Indonesia bergemuruh inginkan Perubahan. Agar hidup rakyat lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera. Kami ingin pembangunan yang lebih berkeadilan, lebih inklusif dan lebih memakmurkan.”

Untuk itu, Pemerintahan Prabowo-Sandi berencana melakukan:

1. Pertumbuhan Ekonomi rata-rata 8% tahun 2020-2024. Dengan cara-cara terobosan yang inovatif, bukan cara business as usual. Dengan kebijakan makro-ekonomi yang lebih stimulatif tetapi semakin prudent.

2. Memompa daya beli rakyat golongan bawah, tanpa kartu-kartu “lolypop”, dengan kebijakan pro-rakyat: Dalam 100 hari menurunkan tarif listrik 900VA dan 450 VA, menurunkan harga pangan, menaikkan gaji PNS lebih tinggi dari inflasi (Pemerintah Gus Dur, Menkonya RR & Pak Kwik, naikkan gaji PNS 125% dalam 21 bulan). Ini menaikkan 5% saja sudah bangga setengah mati, padahal inflasi total 4 tahun terakhir 13%. Jadi PNS justru rugi –(minus) 8%, itupun sebagian besar belum dibayarkan. Dengan langkah-langkah Prabowo, daya beli rakyat akan meningkat, serta membangkitkan kembali sektor ritel yang saat ini sangat lesu.

3. Membangun 1 Juta Perumahan Untuk Rakyat dan membangkitkan sektor real estate. Dengan langkah ini akan tercipta tambahan 3,5 juta lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung, dan tambah pertumbuhan ekonomi 1,5 % per tahun. RR dan Kwik Kian Gie pernah naikkan pertumbuhan ekonomi dari -3% menjadi +4,5% dalam 21 bulan, dengan utang yang berkurang melalui “innovative debt management” seperti debt swap, debt-to-nature swap dll.

4. Mencapai Kedaulatan Pangan, Kedaulatan Keuangan, Kedaulatan Energi dan Air Untuk Rakyat se-maksimum mungkin, dan dengan all-out, bukan business as usual.

5. Mengubah strategi menarik investasi. Pihak Petahana membujuk, mengemis untuk menarik investor asing. Hasilnya alakadarnya. Siapa yg mau datang? Wong pertumbuhan ekonominya mandeg sekitar 5%. Mending mereka ke India (7,1%), Vietnam (7,1%) bahkan Filipina (6,2%), bahkan Bangladesh (7,7%). Pemerintahan Prabowo-Sandi akan ganti strategi, genjot dulu pertumbuhan ekonomi 8%. Tidak perlu ngemis sini, ngemis sana, yang tidak datang akan merugi sendiri.

6. Empat setengah tahun terakhir, terjadi percepatan deindustrialisasi (accelerated de-industrialization). Pertumbuhan industry pegolahan tahun 2018 hanya tumbuh 4,3%, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 5%. Tidak aneh pekerjaan susah dan upah mandeg. Itu terjadi karena kebijakan impor ugal-ugalan, ekspor strateg yang tidak agresif, dan paket 16 kebijakan yg tidak effektif. Prabowo-Sandi akan percepat Industrialisasi dengan strategi yang jelas untuk meningkatkan daya saing produksi Indonesia.

7. Khusus untuk mencapai kedaulatan pangan, Prabowo-Sandi akan mengubah sistem kartel-cum-quota impor, yang merupakan sumber korupsi besar, menjadi sistem tarif yang juga berfungsi melindungi petani kita. Prabowo Sandi akan membangun 1 juta sawah padi baru, 1 juta kebun Jagung baru, dan 0,5 juta ladang tebu baru, reforestrasi jutaan Ha. Tapi yang paling penting, Prabowo-Sandi berkomitmen untuk laksanakan “Kebijakan Pro-Tani” sehingga petani menjadi untung dan makmur, melalui “Pendapatan Petani naik 2 kali lipat dalam 5 tahun.” dengan penetapan harga dasar untuk 3 komoditi penting.

8. Prabowo-Sandi akan mengubah demokrasi kriminal menjadi demokrasi yang amanah dan accountable melalui reformasi pembiayan partai politik. Membenahi Hukum, sehingga kebocoran anggaran sebesar Rp.2000 Triliun (dari pengeluaran dan potensi penerimaan. KPK) bisa dihapuskan dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. (dbs/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
  • 13109
  • 12583
  • 12541
  • 13368
  • 13325
  • 12952
  • 12713
  • 12714
  • 13108
  • 13326