Jepang Sediakan Rp.376 Triliun per Tahun untuk Warganya Agar “Berlomba-lomba” Melahirkan Anak

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, INTERNASIONAL: Kendati saat ini masih memiliki utang sekitar Rp.140 Triliun, namun pemerintah Jepang bertekad menggelontorkan anggaran sebesar 3,5 Triliun Yen atau setara Rp.376 Triliun yang akan dialokasikan untuk memacu warganya agar dapat melahirkan anak.

Hal tersebut diungkapkan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, dalam rilis yang dipublikasikan Reuters, pada Jumat (2 Juni 2023).

Fumio Kishida mengemukakan alasan mengapa sangat perlu mendorong warga Jepang agar dapat “berlomba-lomba” melahirkan anak. Yakni, karena angka generasi produktif atau jumlah anak muda di Jepang diprediksi akan terancam punah pada tahun 2030.

Diungkapkannya, bahwa masalah pandemi Covid19 membuat kondisi demografis di Jepang semakin buruk. Sebab, hal itu menjadi penyebab terjadinya penurunan tingkat pernikahan yang berakibat turut menurunnya angka kelahiran.

Tahun lalu, jumlah bayi baru lahir di Jepang menurun 5 persen menjadi 770.747. Dan jumlah kelahiran itu dikalahkan dengan angka kematian yang melonjak hingga 9 persen atau sekitar 1,57 juta jiwa. Dan dari angka kematian itu terdapat 47.000 jiwa dinyatakan meninggal akibat virus corona.

Selama tujuh tahun berturut-turut, menurut Fumio Kishida lagi, tingkat kelahiran di Jepang menunjukkan penurunan. Bahkan pada 2022, angka kelahiran anak mengalami penurunan di titik terendah.

Kondisi itu membuat Kementerian kesehatan Jepang turut khawatir terhadap populasi di negeri matahari terbit itu akan semakin menyusut, dan juga menua dengan cepat.

Fumio Kishida tentu saja merasa cemas terhadap populasi kaum muda di Jepang yang diprediksi kuat akan menurun drastis pada tahun 2030-an mendatang.

“Populasi kaum muda akan mulai menurun drastis pada tahun 2030-an. Jangka waktu hingga saat itu adalah kesempatan terakhir kita untuk membalikkan tren penurunan kelahiran,” tegas Fumio Kishida.

Oleh karena itu, Fumio Kishida pun mengambil sikap akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp.376 Triliun per tahun sebagai prioritas utama dalam mendorong warganya agar dapat segera melahirkan anak. Jika tidak, maka generasi muda di Jepang benar-benar akan punah pada sekitar 8 atau 10 tahun mendatang. (dbs/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:

Muis Syam

91 views

Next Post

Rachmat Gobel Cawapres Terbaik untuk “Wakili” Indonesia Timur

Ming Jun 4 , 2023
    Oleh: Abdul Muis Syam* DM1.CO.ID, OPINI: Hingga saat ini, ada tiga sosok Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang telah muncul di permukaan jagat politik untuk diadu dalam ajang pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Pemilu 2024 mendatang. Ketiga sosok tersebut adalah Anies Rasyid Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Pintu […]