HARI INI :

PARTNER PEMERINTAH, KAWAN RAKYAT

Hingga Kini, Cuma Ada Tiga Capres 2019

Bagikan dengan:
DM1.CO.ID, JAKARTA: Jika diamati secara seksama perkembangan menuju Pilpres 2019, dengan batas waktu pendaftaran calon pasangan (capres-cawapres) pada bulan Agustus 2018, maka sampai saat ini cuma terdapat tiga calon presiden (Capres). Hal tersebut dikemukakan seorang pengamat kebijakan publik, Syafril Sjofyan, di salah satu grup WhatsApp (WA) yang diterima redaksi DM1, pada Jumat malam (27/4/2018), dan telah dipublikasikan di sejumlah media online. Syafril menyebut ketiga capres yang dimaksud. Pertama, yakni petahana Joko Widodo (Jokowi) melalui deklarasi Megawati pada Rakernas PDI Perjuangan di Bali. Kedua, adalah Prabowo Subianto dengan menerima mandat melalui Rakernas Gerindra, baru-baru ini. Selanjutnya, capres ketiga adalah tokoh pergerakan perubahan nasional yang juga pakar ekonomi, Dr. Rizal Ramli, yang mengundang media nasional dan daerah ke rumahnya, Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan, untuk deklarasi sebagai calon presiden. Sedangkan nama-nama lain yang berseliweran di jagad raya Indonesia (baik medsos maupun media mainstream), menurut Syafril, jika diamati hanya sekadar “kegenitan” lembaga survei membuat ‘list’ yang sudah didesain tertutup melalui survei mereka. “Makanya tidak heran setiap lembaga survei mempunyai daftar yang berbeda,” tulis Syafril. Di saat bersamaan, Syafril mengaku heran dengan adanya sejumlah tokoh partai politik yang mengampanyekan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres). “Berbeda dengan Rizal Ramli, Jokowi dan Prabowo, banyak nama malah terarah kepada posisi calon wakil presiden,” ujar Syafril. Malah, kata Safril lagi, ada yang terang-terangan menyosialisasikan diri sebagai calon wakil presiden, seperti Ketua Umum (ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dengan kampanye JOIN (Jokowi-Cak Imin). Gejala ini, menurut Syafril, hanya ada di Indonesia. Yakni sesuatu yang tidak lazim di dunia termasuk di Amerika Serikat. Sebab, tidak pernah orang berkampanye sebagai cawapres. “Sama dengan PKB, PKS pun memiliki 9 calon menempatkan diri sebagai cawapres Prabowo. Ketum PAN Zulkifli Hasan juga berharap demikian,” tutur Syafril. Hal sama, lanjut Syafril, juga terjadi pada Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan Ketum PPP Romahurmuziy. “Partai Nasdem dari Rakernasnya lebih mengarah kepada Gatot Nurmantyo sebagai cawapres. Sehingga waktu itu Gatot dengan tegas menyatakan Jokowi harus dua periode,” kata Syafril. Bukan cuma itu, menurut Syafril, Partai Hanura dalam Rakernasnya juga mencalonkan Wiranto sebagai cawapres. Sehingga bisa dimaklumi ketika dalam ILC TVOne tema #Kuda Hitam, menurut Syafril, Gatot berbicara tidak jelas apakah mau maju sebagai capres atau cawapres. “Mereka tidak berharap jadi presiden karena jauh sebelumnya sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi sebagai presiden. Namun demikian partai-partai tersebut berharap tokohnya disunting jadi wakil presiden,” ungkap Syafril. Syafril juga menyebutkan calon lain yang dimunculkan lembaga survei seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Tuanku Guru Bajang (TGB), Susi Pudjiastuti, Mahfud MD dan lain-lain, sejauh ini hanya sekadar dimunculkan oleh lembaga survei dan fan (pendukung) mereka. “Belum ada kejelasan mereka sendiri mau maju,” kata Syafril. Sedangkan daftar yang banyak mengemuka melalui medsos dan media mainstream, menurut Syafril, jika dihitung ada sekitar 21 nama yang hanya berharap sebagai cawapres. Syafril [un menyodorkan pertanyaannya, bahwa kenapa di Indonesia yang laku jabatan wakil presiden. “Jika mengacu kepada Amerika Serikat, wakil presiden hanya sebagai ban cadangan, diperlukan jika presiden berhalangan, bahkan resminya tidak ikut dalam rapat-rapat kabinet,” jelas Syafril. Dikatakannya, bahwa di Indonesia jika dipelajari sejak M. Hatta sampai Megawati wapres juga sama fungsinya, kecuali zaman SBY, dimana ketika itu JK sebagai wapres menjadi ‘real president’. “Itulah Indonesia ada sesuatu yang tidak lazim menjadi ladang rebutan,” lontarnya. Dari uraian di atas, kata Syafril yang juga Aktivis Pergerakan 77-78 itu, bisa ditarik kesimpulan oleh masyarakat. Bahwa sampai saat ini secara jelas calon presiden melalui rakernas partai dan deklarasi tokoh secara formal, hanya terdapat tiga tokoh. “Yakni Rizal Ramli, Prabowo dan Jokowi,”ujar Syafril (wa-dbs/ams/dm1)
Bagikan dengan:
  • 12856
  • 14483
  • 13710