Gerindra Tolak Mentah Opsi Jokowi Duet dengan Prabowo

DM1.CO.ID, JAKARTA: Beberapa waktu lalu dalam perbincangan dengan Najwa Shihab di acara ‘Mata Najwa’, yang disiarkan Trans7, Senin (23/4/2018), Jokowi menuturkan soal peluang dirinya berduet dengan Prabowo.

Berikut ini cuplikan wawancara Najwa Shihab dengan Jokowi:

Najwa Shihab: Pernah ada wacana untuk menggandeng Prabowo Subianto menjadi cawapres Anda, Pak Jokowi?

Jokowi: Dalam rangka kebaikan negara ke depan, kenapa tidak. Saya membuka semua opsi yang ada.

Najwa Shihab: Opsi itu datang dari Anda, Pak Jokowi, atau justru dari pihak Pak Prabowo?

Jokowi: Kalau ditanya datang dari mana, ya datang dari dua-duanya.

Najwa Shihab: Apakah masih terbuka opsi itu?

Jokowi: Semua opsi masih terbuka sekarang. Kenapa tidak?

Terkait dengan perkataan Presiden Jokowi yang berbicara soal peluang menggandeng Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gerindra pun angkat bicara dan menyatakan dengan tegas menolak opsi duo Jokowi – Prabowo.

“Ya (menolak), karena amanah rakornas gitu, amanah rakornas minta Pak Prabowo sebagai capres, bukan cawapres,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Bidang Hukum dan Advokasi, Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Di kutip Live di CNN, Jumat (25/4/2018), Arief Payuono, Waketum Partai Gerindra Bidang Buruh dan Ketenagakerjaan juga membantah opsi yang dikatakan oleh pak Jokowi pada wawancara eksklusif dengan Najwa Sihab yang menyebutkan opsi datang dari masing-masing pihak Jokowi maupun Prabowo.

“Saya tegaskan lagi bahwa pak Prabowo tidak pernah mengatakan dia mau menjadi cawapresnya pak Joko Widodo. Pak Prabowo tidak pernah mengatakan, yang ada adalah dia siap maju sebagai calon presiden Republik Indonesia pada pilpres 2019,” tutur Arief Poyuono.

Dasco pun menilai pernyataan Jokowi yang membuka opsi duet bersama Prabowo dalam tayangan Mata Najwa bersifat normatif. Menurutnya, Jokowi saat itu hanya menanggapi pertanyaan dari Najwa Shihab sebagai pembawa acara.

“Saya sudah nonton rekamannya, Pak Presiden ngomong secara normatif saja, semua opsi-opsi terbuka menurut Pak Presiden. Karena ditanyakan, kan nggak mungkin Pak Presiden jawab di wawancara, ‘oh nggak mungkin’,” tegas Dasco.

Dasco pun menilai pernyataan Jokowi yang membuka opsi duet bersama Prabowo dalam tayangan Mata Najwa bersifat normatif. Menurutnya, Jokowi saat itu hanya menanggapi pertanyaan dari Najwa Shihab sebagai pembawa acara.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR ini menyebut Gerindra berpatokan pada hasil Rakornas. Dirinya menegaskan Gerindra sudah memberi mandat kepada Prabowo sebagai capres pada 2019 dan mantan Danjen Kopassus itu telah menerimanya.

“Kami berpatokan amanah Rakornas minta Pak Prabowo maju untuk capres,” ungkap anggota Komisi III DPR itu.

[lp6/vt-dm1]
Komentar anda :

Muis Syam

1 views

Next Post

LPPD Kota Gorontalo Raih Posisi 5 Nasional, Penghargaan Tak Lepas Dari Peranan Marten Taha

Ming Apr 29 , 2018
Editor : Vita Pakai~ DM1.CO.ID, GORONTALO: Pemerintah Kota Gorontalo meraih penghargaan Prestasi Kinerja Tertinggi Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016. Kota Gorontalo merupakan data yang tertinggi kategori Kotamadya dan menduduki urutan ke lima (5) di skala nasional dengan skor 3,4 (bintang tiga). Komentar anda :