POLITIKSorotanSOSIALTerbaruUnjukrasa

Desak Jokowi Mundur, Mahasiswa UMI Makassar: Banyak Kebijakan tak Pro Rakyat

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, MAKASSAR: Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin siang (23/9/2019), menggelar aksi unjukrasa, di depan Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar. Dan sempat menimbulkan kemacetan panjang.

Dalam aksinya, para mahasiswa mengaku sangat kecewa dengan banyaknya masalah yang sambung-menyambung menerpa negeri ini tanpa diikuti solusi dari pemerintah. Bahkan dianggap pemerintah malah makin memperparah masalah, serta menambah masalah-masalah baru. Seperti ngotot merevisi UU KPK dan KUHP yang menjurus untuk mematikan demokrasi.

Olehnya itu, massa aksi yang membentangkan spanduk bertuliskan: “Aliansi Mahasiswa UMI Tumbangkan Rezim Anti Demokrasi”, inipun menyerukan dan menuntut secara tegas agar Jokowi segera mundur dari jabatannya selaku presiden.

Sambil membakar ban bekas di tengah badan jalan, para pengunjukrasa meneriakkan “Turunkan Jokowi, Save KPK”.

Menurut sejumlah mahasiswa, desakan kepada Jokowi agar segera mundur dari jabatannya adalah buntut dari berbagai kebijakan yang dianggap sangat tidak pro rakyat, dan bahkan selama ini hanya cenderung menyengsarakan rakyat kecil, serta sangat bertolak belakang dengan prinsip demokrasi.

“Indonesia….,” teriak orator unjukrasa yang disahuti oleh para demonstran lainnya dengan pekik: “Turunkan Jokowi”.

Para pengunjukrasa mengaku prihatin dengan model dan gaya kepemimpinan yang dipertontonkan oleh Jokowi selaku presiden.

Menurut pengunjukrasa, kebijakan Jokowi sangat cenderung hanya menyiksa rakyat. Misalnya menaikkan iuran BPJS Kesehatan, serta menambah utang luar negeri, dan lain sebagainya.

Selain itu, menurut pengunjukrasa, ada sejumlah RUU yang tidak lagi berpihak kepada rakyat. Seperti RUU Ketenagakerjaan, revisi UU KPK yang tidak berpihak pada semangat pemberantasan korupsi dan banyak lagi lainnya. (dml/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: