BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Semangat mengibarkan bendera Merah Putih, yang seharusnya dikobarkan di negeri ini jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, nampaknya justru coba dipadamkan dan dinodai oleh pengelola Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Demikian ungkapan kemarahan dari banyak pihak setelah melihat dan menyaksikan video insiden pencopotan bendera Merah Putih.

Pencopotan bendera Merah Putih itu dilakukan oleh pihak security di apartemen yang dikelola oleh Agung Podomoro tersebut, pada Kamis siang (16 Agustus 2018).

Dalam video yang telah menjadi viral di media sosial itu memperlihatkan sebuah keributan sejumlah warga di apartemen itu dengan seorang security karena dinilai telah mencopot bendera Merah Putih yang dikibarkan di unit.

“Bendera Merah-Putihnya dicopot, ada apa ini?” lontar seorang ibu sambil memegang kain bendera Merah Putih sambil protes.

Seorang pria berkacamata paruh baya bahkan tampak ikut protes, dan mendesak security tersebut agar dapat mempertanggung-jawabkan perbuatan pencopotan bendera Merah Putih.

“Siapa yang suruh, siapa yang suruh, pak. Saya mau tahu,” desak pria tersebut.

Karena didesak, security itu pun kemudian mengaku bahwa ia hanya menjalankan perintah dari pihak pengelola apartemen.

Meski barang bukti dan sejumlah saksi membenarkan adanya tindakan pencopotan bendera Merah Putih,  namun security berbaju hijau berbadan tegap dan berambut cepak menyerupai seorang tentara itu masih membantah, bahwa itu bukan tindakan pencopotan.

Sang ibu pun menunjuk seorang Satpam bernama Agung yang menyaksikan pencopotan bendera tersebut. “Pak Agung saksinya, Pak Agung. Yang nyopot bendera siapa, Pak?” tanya sang ibu.

Agung langsung menjawab dengan menyebut nama seseorang. “Siap-siap, (yang nyopot) Pak Ari, Pak Ari,” beber Agung.

“Kalau ada saya di unit, saya tidak akan izinkan siapapun mencopot bendera saya,” lontar ibu tersebut.

Anehnya, ada jawaban security yang malah membuat warga menjadi semakin kesal. “Begini, bu. Kami dari pihak security, kami hanya ingin menenangkan,” ujar security tersebut.

Kata menenangkan ini membuat warga jadi bingung dan merasa aneh. Seolah-olah dengan mengibarkan bendera Merah Putih adalah sebuah tindakan “berbahaya” yang harus segera diamankan.

“Loh, menenangkan bagaimana?” tanya seorang warga.

Sang ibu itupun menantang pihak security dan pengelola apartemen. “Yang membuat masalah bukan kami warga, tapi pengelola, sini dong hadapi warga, hadapi kami,” tantang ibu tersebut seraya menegaskan bahwa mereka (warga apartemen) semua punya hak memasang bendera di balkon masing-masing, apalagi saat ini adalah memang waktunya, bulan Agustus jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI.

“Unit saya diterobos masuk sama pengelola untuk dicopot benderanya, nggak bener ini, wong saya pasang bendera merah putih kok,” kesal sang ibu.

Sementara itu, saat dihubungi oleh detikcom, pengelola Apartemen Kalibata City membantah melarang pemasangan bendera Merah-Putih dan mencopot bendera di salah satu unit penghuni. Pengelola hanya menyarankan agar bendera tidak dipasang di balkon dengan alasan tertentu.

Ishak selaku General Manager Apartemen Kalibata City membenarkan adanya video insiden yang sempat viral di media sosial itu terjadi di Tower Damar, Kamis siang (16/8/2018). Bendera itu dipasang di balkon di unit lantai 12F.

“Kami bukan melarang, kan namanya (hunian) vertikal, jangan sampai ada apa pun di balkon untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jawab Ishak, Kamis (16/8/2018).

Ia menjelaskan kejadian bermula ketika security dan supervisor pengelola apartemen melihat bendera Merah-Putih terpasang di lantai 12 Tower Damar. Setelah dicek, bendera itu rupanya dipasang di unit 12CF.

“Melihat hal itu, security dan supervisor mendatangi unit, lalu kita ketok pintunya baik-baik, ketemu dengan ibu pemilik. Kita sampaikan, Bu, kalau bisa, bendera jangan pasang di situ, kalau mau di bawah, maksudnya di ground, di taman nggak apa-apa biar semakin cantik Kalibata City ini,” jelas Ishak.

Ishak menyampaikan bendera itu dipasang dengan cara diikat talinya pada railing balkon. Manajemen memiliki kebijakan agar railing balkon tidak dipasangi benda-benda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun tidak sedikit pihak yang geram terhadap pelecehan bendera yang dilakukan oleh pengelola Apartemen Kalibata City tersebut. Dan nampaknya, pengelola apartemen ini sangat perlu diajarkan kembali untuk menyanyikan lagu “Berkibarlah Benderaku”:

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa

Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang merah putih yang perwira
Berkibarlah Selama-lamanya

Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang

Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban
Sang merah putih yang perwira
Berkibarkah Slama-lamanya

Berikut video insiden pencopotan Bendera Merah Putih, di Apartemen Kalibata City:

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up