BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

AMP Yakin Duet Prabowo-Rizal Ramli Solusi Bangsa

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Kondisi Bangsa Indonesia yang kini tengah berada di ambang kehancuran, diperparah dengan melemahnya sistem ekonomi, mendorong Prabowo untuk mempererat hubungan dengan Rizal Ramli yang dianggap sebagai sosok handal pemegang kunci utama kemenangannya pada PEMILU CAPRES-CAWAPRES 2019.

Ketua Aliansi Masyarakat Pinggiran (AMP) Jawa Timur, Ponang Adji Handoko kepada wartawan menyampaikan, masyarakat menilai Rizal Ramli adalah solusi yang dapat menyelesaikan carut marut sektor ekonomi Bangsa Indonesia.

“Sudah benar Prabowo gandeng Rizal Ramli. Problem utama bangsa ini yakni sektor ekonomi,” ungkap Ponang.

Ia juga menambahkan, ekonomi Bangsa Indonesia semakin terjerumus ke arah neoliberalisme, itu berarti Indonesia membutuhkan sosok bertangan dingin yang dapat mengikis mahzab tersebut, dan orangnya adalah Rizal Ramli.

Neoliberalisme sendiri merupakan paham ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, serta pengurangan peran negara dalam layanan sosial publik.

Sementara itu, meski berkali-kali Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati membantah persoalan yang dihadapi fundamental Ekonomi Nasional, pada akhirnya Presiden Jokowi mengakui hal tersebut.

Bertempat di Hotel Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018) dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018, Jokowi membenarkan adanya defisit pada neraca perdagangan Indonesia.

Jokowi pun menyampaikan upaya untuk menghadapi mengurangi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah dengan cara mengumpulkan puluhan konglomerat di Istana Bogor dan meminta agar mereka membawa devisa yang mereka punya ke dalam negeri.

[dbs-dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up