Waspadai Makanan tak Sehat, BPOM Gorontalo Gelar “Kampanye Paman”

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Sejak awal Ramadan 1440 H, di pasar-pasar maupun di pinggir-pinggir jalan, kembali bermunculan banyak penjual yang menawarkan makanan siap saji untuk takjil berbuka puasa.

Bagi Umat Islam, fenomena seperti ini memang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, terlebih bagi masyarakat Gorontalo yang terbilang sangat doyan “mengejar” berbagai jenis kuliner.

Namun tidak sedikit masyarakat yang sering lupa, bahwa di balik kuliner atau menu makanan yang ditawarkan itu boleh jadi terselip “bahaya” yang mengintai. Yakni, adanya makanan atau pangan yang tidak sehat dan tidak aman untuk dikonsumsi.

Dan untuk mengantisipasi atau mencegah hal-hal yang tidak diharapkan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo pun menunjukkan kepeduliannya, yakni dengan menggelar Kampanye Pangan Aman (Paman), di Pasar Liluwo, Kota Gorontalo, Rabu (8/5/2019).

Dalam kampanye tersebut diungkapkan, bahwa keamanan pangan adalah merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kurangnya perhatian terhadap hal ini, telah sering mengakibatkan terjadinya dampak berupa penurunan kesehatan konsumennya, mulai dari keracunan makanan akibat tidak higienisnya proses penyimpanan dan penyajian, sampai kepada risiko munculnya penyakit kanker akibat penggunaan bahan berbahaya, seperti formalin, boraks dan pewarna tekstil pada pangan.

Oleh karena itu, BPOM Gorontalo sedini mungkin mengingatkan masyarakat agar senantiasa mewaspadai setiap makanan atau pangan yang akan dikonsumsi.

Kampanye Paman yang dilakukan oleh BPOM Gorontalo bekerjasama dengan pihak petugas pasar Dinas Perindag Kota Gorontalo ini, menekankan perlunya kesadaran masyarakat, baik produsen, konsumen, maupun pemerintah daerah terhadap keamanan pangan.

Dalam Kampanye Paman tersebut, selain melakukan uji sampel terhadap berbagai jenis pangan yang dijual, BPOM Gorontalo juga melakukan pemasangan spanduk dan poster keamanan pangan, pembagian leaflet maupun brosur keamanan pangan kepada para pedagang dan pengunjung.

Pada kesempatan tersebut, BPOM Gorontalo menerjunkan 4 Petugas Pengawas Farmasi dan Makanan. Yakni, Yuniarty Ikram N, S.Si, Apt; Triana Wati W, S.Farm; Lia Yulyani, A.Md; dan Ni Nyoman Rieta H, A.Md.

Kepala BPOM Gorontalo, Yudi Noviandi mengingatkan, bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika menemui makanan atau pangan yang diperjual-belikan, terindikasi mengandung bahan berbahaya.

Olehnya itu, Yudi Noviandi mengimbau, agar para penjual tidak sekali-kali menawarkan atau menjual makanan dan pangan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. (yan/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up