BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Suharso Monoarfa Jabat Plt Ketua Umum PPP, Ketua PPP Boalemo: Kami Lega

Bagikan dengan:

Wartawan: Kisman Abubakar~Editor:Dewi Mutiara 

DM1.CO.ID, BOALEMO: Terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/3) , Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditetapkan KPK sebagai tersangka suap.

Romy, sapaan akrab anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, ditangkap Tim Penyidik KPK karena diduga menerima uang terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementrian Agama.

Atas kejadian tersebut, Rommy sudah mengajukan pengunduran diri sebagai Ketum  PPP, kemudian dengan sigap Majelis Syariah PPP menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum partai berlambang ka’bah ini.

Dengan status Romy yang saat ini menjadi tahanan KPK, Ketua Majelis Syariah KH. Maimoen Zubair menyetujui pengunduran diri Romy dari posisi ketua umum yang dibahas pada rapat di Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PPP.

Sementara itu, Penunjukan mantan Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, sebagai Pelaksana Tugas PPP, disambut antusias oleh Ketua PPP Kabupaten Boalemo Iswan Hamzah.

“Diangkatnya Plt. PPP, kami merasa lega, karena bapak Suharso Monoarfa adalah orang Gorontalo, kami PPP Kabupaten Boalemo merasa terdorong dan bersemangat,” tutur Iswan.

Lebih lanjut, Iswan Hamzah juga mengatakan PPP Kabupaten Boalemo akan tetap solid dengan misi partai pada Pemilu 2019 ini.

“Kami PPP Boalemo tidak terpengaruh, kami akan tetap eksis memperjuangkan kepentingan rakyat di daerah, khususnya di Kabupaten Boalemo,” tegas Iswan.

Adapun hasil keputusan rapat PH DPP PPP-Jakarta, 16 Maret 2019 untuk diketaui bersama, adalah sebagai berikut:
1. Memberhentikan Romahurmuzy dari jabatan ketua umum;
2. Mengangkat Bapak Suharso Monoarfa sebagai Plt. Ketua Umum DPP PPP sesuai fatwa Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH. Maimoen Zubair
3. Segera diadakan Mukernas untuk membahas putusan rapat PH DPP tersebut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Menurut Iswan, hasil rapat tersebut menjadi bukti bahwa PPP tetap solid dan senantiasa menjaga loyalitas di tengah kondisi darurat.

“Ketegasan hasil rapat ini adalah bukti dalam kondisi yang darurat demi tegaknya PPP, untuk tetap mempertahankan visi misi PPP, tetap semangat, dan tetap solid, serta menjaga loyalitas,” pungkas Iswan Hamzah Ketua PPP Kabupaten Boalemo. (kab/dmk/dm1) 

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up