Lidah Orator Ahoker Keceplosan, Salah Sebut Pancasila dan Tuding Jokowi Paling Parah Daripada SBY

DM1.CO.ID, JAKARTA: Setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), para pendukung Ahok pun langsung berkumpul dan melakukan demo di depan Rutan Cipinang. Mereka menuntut agar Ahok segera dibebaskan.

Demo yang digelar dari Selasa siang (9/5/2017) hingga Rabu dini-hari (10/5/2017) itu, bagi banyak kalangan dinilai ibarat lagi “kesurupan” massal.

Bagaimana tidak, menurut sejumlah netizen, gelaran demo itu sangat nampak diwarnai dengan berbagai aksi dan peristiwa yang tidak hanya menjijikkan, tetapi juga sangat memalukan. Yakni di antaranya, terjadi pembakaran benda-benda hingga menimbulkan asap tebal; sampah berupa botol-botol minuman mineral dan dus nasi kotak berserakan di mana-mana.

Bukan cuma itu, menurut netizen, pada penahanan Ahok hari pertama ada beberapa hal yang juga dinilai cukup “menjijikkan” dan pula memalukan. Yaitu, Ahok sebelum memasuki bilik tahanan masih sempat makan bareng sejumlah pihak dengan sajian pelayanan ekslusif. Bahkan, beredar foto-foto di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang penting (termasuk menteri Hukum dan HAM) duduk bareng dengan Ahok seolah-olah sedang menggelar rapat kecil. Tetapi sejumlah lainnya meduga bahwa foto tersebut adalah hasil editan.

Ada pula aksi “guling-guling” yang diperagakan oleh sejumlah pendukung Ahok pada demo tersebut. Salah satu aksi yang dianggap sangat “lucu” malah sempat diviralkan dalam bentuk foto oleh warga netizen. Yakni, seorang berbaju kotak-kotak yang sedang berbaring sambil meletakkan selembar kertas bertuliskan: “Ahok korban oknum haus kekuasaan”. Ini dianggap sangat lucu sekaligus memalukan, karena tepat di sampingnya tergeletak 2 dus nasi kotak. “Apa ini yang disebut pasukan nasi bungkus (kotak),” lontar seorang netizen di Facebook.

Selain itu, ada hal menarik yang juga dinilai oleh netizen tak kalah menjijikkan dan sangat memalukan yang diteriakkan oleh 2 orator pendukung Ahok dalam demo tersebut, dan sempat terekam video.

Yaitu, salah seorang di antaranya adalah wanita yang dengan lantangnya melalui pengeras suara meneriakkan, “…rezim Jokowi adalah rezim yang lebih parah dari rezim SBY. Para aktivis berpikir bahwa………. (orasi terputus)”

Dalam video tersebut, wanita itu secara mendadak berhenti berorasi (terputus dan suasana sempat hening beberapa detik) lantaran dari belakang ada orang yang menegurnya. Namun tiba-tiba peserta pendemo lainnya langsung mengisi keheningan itu dengan teriakan berkali-kali: “Bebaskan Ahok..”

Masih di tempat yang sama, seorang orator lainnya yang juga sempat terekam video, malah lebih gila lagi dan juga dinilai menjijikkan serta memalukan.

Pasalnya, orator itu dengan penuh percaya diri melalui pengeras suara melantungkan sila-sila Pancasila secara belepotan.

Orator tersebut nampaknya sedang mencoba ingin menggugah hati aparat hukum dengan mengingatkan bahwa Pancasila harus dipahami dan juga dijiwai. Berikut ini adalah teriakan sang orator tersebut yang menuntut agar Ahok dibebaskan dengan berdasar pada Pancasila :

“…. Di manakah lima butir Pancasila. Yang pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa; yang kedua, Kemanusian yang adil dan beradab; yang ketiga, Persatuan Indonesia; yang keempat, KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DAN KEMUSYARATAN DALAM KETUHAN YANG MAHA ESA……..”

Mendengar penyebutan Pancasila yang dilantungkan oleh orator tersebut, para netizen pun berbahak-bahak dan mengaku hanya bisa geleng-geleng kepala. “Mereka itulah yang mengaku paling hebat sebagai Pancasilais, tapi nyatanya Pancasila aja nggak hafal,” ujar netizen.

Berikut videonya:

#Jokowi_Lebih_Parah_Daripada_SBY

#Ngaku_Pancasilais_Tapi_Ga_Hafal_Pancasila


(dbs/DM1)

Komentar anda :

Muis Syam

5.963 views

Next Post

Hari Perawat Sedunia, Mayimun: Tidak Gampang Jadi Perawat

Jum Mei 12 , 2017
Wartawan: Hermansyah Abdullah- Editor: AMS DM1.CO.ID, GORONTALO: Dalam rangka Hari Perawat Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 12 Mei, hari ini, maka tentu tidak sedikit harapan perawat di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo. Dan salah satunya adalah di Puskesmas Pilolodaa, Kelurahan Pilolodaa, Kecamatan Barat-Kota Gorontalo. Komentar anda :