Boalemo Vs  Corona dan DBD: Corona Nol, DBD 118 Kasus dan 2 Meninggal

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, BOALEMO: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Boalemo terus meningkat setiap bulannya. Dari data yang diperoleh di lapangan selang Januari-Februari 2020, tercatat ada 46 kasus DBD.

Dan pada posisi Maret hingga medio Mei 2020 ini, jumlah kasus DBD di Kabupaten Boalemo malah makin meningkat menjadi 118 kasus, dengan 2 orang meninggal dunia.

Jumlah total kasus tersebut berasal dari 11 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Boalemo. Dari 11 Puskesmas tersebut, hanya 5 Puskesmas dengan jumlah 0 (nol) kasus, sementara 6 Puskesmas lainnya masing-masing mencatat kasus DBD.

Yakni, Puskesmas Paguyaman Pantai= 36 kasus; Paguyaman= 59 kasus; Bongo Nol= 5 kasus; Bongo Dua= 2 kasus; Tilamuta 3 kasus; dan Puskesmas Mananggu= 13 Kasus. Sehingga total 118 kasus (posisi medio Mei 2020).

Sementara dari data tersebut, terdapat jumlah kematian akibat DBD sebanyak 2 orang, seluruhnya berada di Puskesmas Paguyaman Pantai.

Menyikapi kondisi tersebut, diinformasikan bahwa pihak tenaga kesehatan di Paguyaman Pantai dibantu pemerintah kecamatan dan aparat desa setempat, sudah melaksanakan bersih-bersih lingkungan sekaligus melakukan penyemprotan Fogging, pada Selasa, (28/4/2020), yang anggarannya bersumber dari dana desa.

Kondisi itu sekaligus menunjukkan, bahwa meski di saat Kabupaten Boalemo kini berstatus sebagai zona hijau atas ancaman virus Corona, namun ternyata kasus DBD terbukti lebih mematikan.

Hal ini tentu sangat disayangkan, bahwa di saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo ikut menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk “menghalau serangan” Covid19, namun di saat bersamaan Pemkab Boalemo justru sepertinya “rapuh” terhadap serangan nyamuk Aedes aegypti yang mengakibatkan terjadinya 2 kematian.

Saat ditanyakan upaya apa yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah penderita DBD, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Alimuddin M. Kes, hanya memberi saran, agar masyarakat seharusnya membiasakan pola hidup yang bersih dan sehat.

“Sebagai pemerintah, kita juga tidak tinggal diam. Namun begitupun masyarakat, saya berharap ada kesadaran bersama kita semua untuk memberantas demam berdarah di Kabupaten Boalemo ini,” ujar Alimuddin di ruang kerjanya, pada Selasa (12/5/2020). (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: