BREAKING NEWS
| Terkait Dugaan Korupsi GORR, Kejati Gorontalo Dalami Keterlibatan Gubernur Rusli? | Geger, Sejumlah WNI Tionghoa Sekap dan Aniaya Anggota TNI-AU di Medan | Mengaku Tobat, Sejumlah Kelompok Relawan Jokowi Bertekad Menangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 | Bendera “Agustusan” Dicopot Pengelola Apartemen Kalibata City, Warga Protes | Rakernas GSI, Ratna Sarumpaet: Kita Harus Jadi Provokator Terbaik untuk Perubahan

Perubahan hanya Terjadi Jika Rizal Ramli Jadi Presiden

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, JAKARTA: Menurut salah seorang mantan menteri era Presiden Soeharto, Fahmi Idris, setelah dua dekade berlalu, Reformasi tidak menghasilkan perubahan mendasar yang membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Perubahan mendasar ke arah yang lebih baik dan berpihak pada rakyat, kata Fahmi, hanya terjadi kalau yang menjadi presiden adalah Rizal Ramli.

“Perubahan hanya terjadi kalau Rizal Ramli jadi presiden,” tutur Fahmi Idris dalam dialog Halal bi Halal Grup WA Peduli Negara, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Fahmi Idris pun berharap, agar Presidential Threshold (PT) pemilihan presiden bisa nol persen. Sebab, kata Fahmi, apabila PT tidak nol persen, maka berat bagi orang-orang cerdas dan berkualitas yang tidak memiliki partai untuk lolos sebagai calon presiden.

“Kita semua berharap terjadi perubahan mendasar, bukan hanya ganti kostum,” ujar Fahmi Idris.

Fahmi membeberkan, dalam sebuah pertemuan dirinya pernah menyarankan kepada Rizal Ramli untuk bergabung dengan Prabowo Subianto.

Dan Fahmi mengaku senang, karena belakangan ini dirinya mulai mendengar analisa banyak pihak yang memunculkan duet Prabowo dan Rizal Ramli. Sebab, hanya duet Prabowo-Rizal yang bisa diyakini bisa mengalahkan petahana sekaligus dipercaya membuat Indonesia bisa lebih sangat maju dan berkembang. (dbs/ams/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up