Pada 2029, Ada Batu Antariksa “Dewa Kematian” akan Menghantam Bumi

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID: Elon Musk selaku Kepala Eksekutif SpaceX menyatakan, bahwa ada batu antariksa besar yang bakal menghantam Bumi, dan tidak ada jalan keluar bagi manusia untuk bisa menghindarinya.

Batu besar antariksa atau Asteroid yang dimaksud Elon Musk, adalah Asteroid Apophis, yang saat ini jaraknya 31 Ribu Kilometer dari Bumi.

CNN melansir, Rabu (21/8/2019), Asteroid Apophis memiliki arti “Dewa Kematian”.

Pada Senin malam (19/8/2019), Elon Musk melalui akun resminya di Twitter mencuit, “Asteroid Dewa Kematian itu akan menghantam Bumi, dan manusia tidak memiliki pertahanan”.

Seorang Podcaster, Joe Rogan, memperkuat cuitan Elon Musk. Ia mengatakan, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sedang persiapan “God of Chaos” yang kolosal tiba 10 tahun mendatang.

Joe Rogan menunjuk link berita express.co.uk yang turut memberitakan, bahwa NASA telah memulai persiapan untuk kedatangan Asteroid 99942 Apophis, yang dijuluki “Dewa Kekacauan”, yakni Asteroid yang akan meluncur melewati bumi dalam 10 tahun.

Kutipan berita dari express.co.uk menyebutkan, Asteroid Apophis itu berukuran 340 Meter dan akan melintas hanya dalam 19.000 Mil dari permukaan Bumi.

Apophis adalah salah satu asteroid terbesar yang akan melintas begitu dekat dengan permukaan bumi, yang diperkirakan akan terjadi pada 13 April 2029, sehingga tabrakan dengan planet ini berpotensi menghancurkan semua kehidupan di Bumi.

Mengetahui Apophis sedang menuju ke arah Bumi, sejumlah ilmuwan saat inipun dikabarkan akan menghabiskan waktu untuk mengamati detail permukaan, termasuk upaya-upaya lainnya yang dapat membantu pertahanan Bumi.

Para ilmuwan NASA memperkirakan, bahwa Asteroid Apophis itu hanya melintas mendekati Bumi.  Namun, para ilmuwan ini juga mengakui, ketika asteroid Apophis terbang ke arah planet Bumi pada tahun 2029 itu, lintasan orbitnya juga dapat berubah, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa batu besar itu akan benar-benar bertabrakan dengan planet Bumi pada April 2029.

Batu itu diperkirakan akan bersinar sangat terang di langit dan menambah kecepatan saat terbang melintasi langit pada tahun 2029. (dml/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: