Dari Webinar SMANSA “Bersih”: Gorontalo Sasaran Empuk Narkoba, Ini Ajakan BNNP

Bagikan dengan:

DM1.CO.ID, GORONTALO: Pengedaran Narkoba masuk ke Provinsi Gorontalo banyak berasal dari Nunukan (Kalimantan), Palu (Sulawesi Tengah), China, dan Filipina.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo, Brigjen. Pol. Wisnu Andayana, S.ST, MK, dalam Webinar (Web-Seminar) yang digelar oleh SMA Negeri 1 Gorontalo (SMANSA), pada Kamis (22/10/2020).

Webinar yang dilangsungkan di Laboratorium Seni SMANSA Gorontalo itu mengusung tema: “Menggagas SMANSA ‘Bersinar’ dan Mengoptimalkan Peran Orang Tua dalam Mencegah Penyalah-gunaan Narkoba di Masa Pandemi Covid19”.

Secara virtual cloudx di hadapan guru-guru, orang tua bersama para siswa SMANSA yang berjumlah sekitar 1.500 orang itu, Brigjen Wisnu selaku narasumber membawakan materi: “Strategi dan Kebijakan dalam Mewujudkan Lingkungan Pendidikan Bersih Narkoba (Bersinar).”

Brigjen Wisnu dalam kesempatan tersebut, meminta kepada semua pihak agar lebih meningkatkan kesadaran untuk dapat ikut-serta berperan mencegah dan melawan pengedaran Narkoba.

Sebab, menurut Brigjen Wisnu, Gorontalo saat ini adalah salah satu daerah yang menjadi sasaran empuk pengedaran barang haram tersebut.

Olehnya itu, secara khusus Brigjen Wisnu mengajak orang tua peserta didik agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjaga anak-anak di rumah masing-masing, terlebih di masa pandemik Covid19 ini.

Brigjen Wisnu menjelaskan, kejahatan Narkoba adalah kejahatan  lintas negara, kejahatan teroganisir, dan kejahatan yang sangat serius, karena menimbulkan kerugian yang sangat besar dari segi kesehatan sosial ekonomi, keamanan, dan hilangnya generasi bangsa (lost generation) di masa depan.

Diungkapkannya, Kejahatan Narkoba sudah masuk ke semua lini, baik di pemerintahan, di swasta, BUMN, aparat TNI/Polri, di lingkungan pendidikan, termasuk mahasiswa/siswa. “Ini luar biasa untuk menghancurkan negara kita. Karena Indonesia itu luar biasa sumber daya alamnya, jadi mereka (bandar dan pengedar Narkoba selalu berupaya) bagaimana untuk mengalahkan Indonesia, (yakni) dengan menghancurkan dulu generasi,” ujar Brigjen Wisnu.

Ia mengisahkan perang opium yang harus digencarkan Inggris terhadap Hong Kong. “Inggris untuk menguasai Hong-Kong, kuat sekali Hong-Kong ini, akhirnya dikasih opium, sehingga masyarakatnya menjadi terbengkalai, integritas tidak ada lagi. Akhirnya HongKong dikuasai Inggris. Nah, Indonesia mungkin akan dibuat seperti itu,” tutur Brigjen Wisnu.

Olehnya itu, Brigjen Wisnu mewanti-wanti kepada para orang tua agar tidak lengah melakukan pengawasan terhadap tindak-tanduk dan perilaku anak masing-masing.

Brigjen Wisnu juga mengungkapkan banyaknya pemakai Narkoba yang berawal dari pemberian secara gratis. Tetapi selanjutnya para pengedar menentukan harga, sehingga ketika sudah merasa kecanduan, maka pemakai akhirnya harus berusaha untuk membeli barang haram tersebut.

“Bapak-Ibu hati-hati putra-putri kita jangan sampai (Narkoba) dikasih orang yang sifatnya gratis. Sekarang makanan minuman juga dimasuki Narkoba, biasanya anak-anak SD itu dikasih permen warna-warni yang bikin menarik,” ungkap Brigjen Wisnu.

“Kok sampai sasarannya anak-anak SD? Karena memang ingin membodohi, bikin cacat anak-anak kita mulai dari SD. Ini pasti salah satu konspirasi dari luar. Memang negara Indonesia yang sangat kaya dan masyarakatnya memang masih bersatu kompaknya, selalu berusaha dihancurkan dengan cara obat (Narkoba),” sambung Brigjen Wisnu.

Webinar yang dipandu MC Kurniati Ladjambu, serta moderator Surisma Zees ini, dibuka secara resmi oleh DR. Ir. Yosep p. Koton, M.Si selaku Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo. Dan juga sepatah kata sambutan dari Dra. Adianiwaty S. Polapa, M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Gorontalo.

Selain itu, Webinar ini juga melibatkan dua pemateri lainnya. Yakni, dr Paula Lihawa, MForSC selaku Kasubbid Narkoba Bidang Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri; dan Abdul Muchars Daud, SE, M.AP Sebagai Kabid P2M BNNP Gorontalo.

Webinar ini juga dirangkai dengan sejumlah agenda lainnya. Yaitu, penanda-tangan Pakta Integritas; penanda-tanganan MoU dan pelantikan Satgas Anti Narkoba di lingkungan SMANSA, serta deklarasi SMANSA Bersinar (Bersih Narkoba).

Adapun isi deklarasi SMANSA Besinar itu berbunyi:

1. Siap menjadi satuan pendidikan yang bersih dari Narkoba;

2. Siap menjaga diri dan keluarga dari ancaman Narkoba;

3. Menolak segala bentuk penyalah-gunaan dan peredaran gelap Narkoba;

4. Siap membantu upaya P4GN (Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) serta peduli terhadap korban penyalahgunaan Narkoba;

5. Berkomitmen menjadi generasi penerus bangsa dengan terus meningkatkan kapasitas dan prestasi diri tanpa Narkoba.

#bnnpgorontalo #p2mbnnpgorontalo #gorontalotolaknarkoba #stopnarkoba (cal/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan: