Dalami Aplikasi Siskeudes, 35 Auditor Inspektorat Boalemo Ikut Coaching Clinic di BPKP

Bagikan dengan:
Wartawan: Kisman Abubakar~
Editor: AMS|

DM1.CO.ID, BOALEMO: Sebanyak 35 auditor dan tenaga pemeriksa, atau Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan Inspektorat Kabupaten Boalemo, mengikuti Coaching Clinic. Yakni, pelatihan Implementasi aplikasi Siskeudes versi. R. 106.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari (7-10 Mei 2018) itu digelar di Aula Kantor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), di Jalan Pramuka, Jakarta. Dan dibuka langsung oleh Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Inspektorat Kabupaten Boalemo, Sukardi Djakatara mengungkapkan, bahwa pelatihan implementasi program aplikasi tata kelola keuangan desa melalui Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi. R. 106, adalah wajib diketahui dan harus diikuti oleh para auditor dan tenaga pemeriksa di lingkungan Inspektorat.

“Bagi auditor, wajib hukumnya mengetahui aplikasi Siskeudes,” ujar Sukardi Djakatara di hadapan para peserta Coching Clinic.

Pelatihan ini, lanjut Sukardi, juga diharapkan dapat mempermudah bagi auditor dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa.

Inspektur Sukardi menegaskan, bahwa Inspektorat Kabupaten Boalemo telah komitmen untuk bertekad mengawal keuangan desa, agar proses pembangunan desa lebih akuntabel sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) Nomor .6 Tahun 2014 tentang Desa.

Ia menyebutkan, bahwa saat ini juga sudah dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Nah, tentu hal ini perlu ada sebuah pengawasan,” kata Sukardi.

Olehnya itu, Sukardi menekankan, dengan aplikasi Siskeudes ini hendaknya bisa menghasilkan output, di antaranya berupa dokumen penatausahaan dan laporan-laporan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Ke depan, jumlah dana desa yang digelontorkan ke desa-desa dipastikan akan semakin besar. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya aplikasi tersebut, dan dengan hadirnya APIP sebagai pengawas, maka implementasi UU Desa ini dapat berjalan dengan baik,” terang Sukardi.

Dengan begitu, kata Sukardi, bahwa butir ketiga Nawacita, yakni membangun dari pinggiran, diharapkan dapat benar-benar terwujud. (kab/dm1)

Komentar anda :
Bagikan dengan:
Scroll Up