Minang Book Fair 2017 Dibuka: “Mambangkik Batang Tarandam”

DM1.CO.ID, PADANG: Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno membuka pameran akbar Minang Book Fair (MBF) 2017 yang berlangsung di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang, Jumat (24/2).

Pameran akbar Minang Book Fair ini berlangsung mulai hari ini hingga 5 Maret mendatang. Pameran ini diikuti 35 penerbit buku seluruh Indonesia. Dalam acara ini disediakan 57 stand buku serta 50 stand pendukung yang ada di halaman masjid raya.

Dalam acara ini juga akan diserahkan anugerah tokoh literasi nasional kepada Gubernur Irwan Prayitno dari Kepala Perpustakaan Nasional M Syarif Bando.

Saat membuka acara, Gubernur Irwan Prayitno memberikan pantun kepada para tamu undangan yang hadir, di antaranya Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua Perpustakaan Nasional M Syarif Bando, dan anggota DPD.

Selain kepada para tokoh tersebut , Gubernur juga membuat pantun untuk para penerbit buku serta duta baca Najwa Shihab. Pameran buku pertama kalinya ini dihadiri para bupati, wali kota, dan sejumlah penerbit buku anggota IKAPI.

“Pameran buku, budaya dan kuliner yang di gagas oleh Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi) ini mendapat sambutan dan dukungan penuh dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan  Walikota Padang Mahyeldi,” ungkap Ketua Panitia Minang Book Fair (MBF) 2017, Firdaus Umar.

Tema yang diusung dalam MBF ini adalah “Mambangkik Batang Tarandam”, yang bermakna: “membangkitkan kembali tradisi lama sebagai kekayaan budaya bangsa.”

Sastrawan terkenal asal Minangkabau, Taufiq Ismail, mengapresiasi festival pameran buku berskala nasional tersebut. Ia juga menilai, tema yang diangkat pihak panitia sangat relevan dengan sejarah yang melekat pada Sumatra Barat.

Penyair Angkatan 66 itu menilai, budaya literasi tumbuh giat di Ranah Minang setidaknya sejak awal abad ke-20. Sukubangsa Minangkabau termasuk pelopor kesusastraan Indonesia modern.

(rpk/DM1)
Komentar anda :

Muis Syam

1.675 views

Next Post

Atasi Masalah Harga Cabai, Mentan Bagi-bagi Bibit

Jum Feb 24 , 2017
DM1.CO.ID, BOGOR: Sebagai akibat dari mahalnya harga cabai yang sangat sulit ditekan oleh Pemerintah, ditambah lagi dengan tingkat ekonomi warga yang tidak menentu, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) pun mencoba memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Komentar anda :